BERAKSI DI PULUHAN LOKASI HINGGA KE PEKANBARU, PELAKU ‘GENDAM’ DIRINGKUS- Bawa ‘Jimat’ Tiap Beraksi

PADANG, KP – Jajaran Polresta Padangmeringkus dua pelaku penipuan bermodus ‘gendam’ atau hipnotis yang berpura-pura menjadi tim Satgas Covid-19 hingga meraup uang korban puluhan juta rupiah.
“Para pelaku terbilang licin dalam pelariannya. Namun berbekal penyelidikan yang matang akhirnya bisa dibekuk,” kata Kapolresta Padang AKBP Imran Amirdidampingi Kasatreskrim Kompol Rico Fernanda, dalam jumpa pers di mapolres setempat, Kamis (26/11).
Dua pelaku yang berstatus tersangka itu adalah Jef (46 tahun) laki-laki, warga Rawang Timur VI/1, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dan DA (42 tahun) berjenis kelamin perempuan yang beralamat di Jalan Gunung Bromo Wisma Indah V, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Keduanya ditangkap di kawasan Lubuak Buaya, Koto Tangah, Rabu (25/11).
Kasus yang menjerat keduanya adalah dugaan penipuan yang dilakukan terhadap warga Komplek Pilano RT 02/RW 18, Kelurahan Parupuak Tabing, Kecamatan Koto Tangah, bernama Erlinda Wismai (53 tahun).Para pelaku mendatangi kediaman korban pada Senin silam (9/11) kemudian berpura-pura menjadi Tim Satgas Covid-19.
“Korban saat itu tidak curiga, pelaku mengaku sebagai petugas Tim Satgas Covid-19. Oleh korban pintu rumah dibuka, pelaku masuk menjelaskan bahwa dia bekerja di dinas kesehatan, yang masuk pelaku perempuan,” ujarnya.
Saat beraksi, kata Imran, pelaku menyampaikan bahwa korban terpilih menjadi percontohan untuk peliputan karena bisa bebas covid-19. Bahkan saat itu korban juga diminta mengenakan baju kebaya untuk difoto.
“Kemudian pelaku meminta membersihkan diri. Pelaku menggunakan odol untuk dilumuri ke tangan korbansehingga bekas di tangan yang diberikan odol susah dibersihkan. Korban percaya saja, merasa sudah terpengaruh ucapan pelaku,” jelasnya.
Pada saat itulah pelaku mulai beraksi. Syarat membersihkan diri, perhiasan yang ada di tangan harus dilepas. Korban kemudian meletakkan perhiasannya di meja.
“Saat korban pergi ke kamar mandi karena tangannya sudah dilumuri odol, pelaku beraksi, langsung mengambil perhiasan korban dan kabur,” tuturnya.
Akibat perbuatan pelaku korban mengalami kerugian hingga puluhan juta karena kehilangan dua gelang emas seberat 50 gram.
“Kedua pelaku dijerat polisi dengan pidana melanggar pasal 363, dan 378 KUHPidana,” ujar kapolres.

JIMAT SERPIHAN EMAS TURUT DISITA

Sejumlah barang bukti turut disita pihak kepolisian dari penangkapan pelaku penipuan itu. Di antaranya satu unit minibus Honda Jazz warna hitam dan sepeda motor yang dibeli dari hasil kejahatan pelaku. Selanjutnya, uang tunai Rp1 juta, televisi merk sharp 50 inchi. Bahkan juga ada satu jimat milik pelaku perempuan berinisial DA. Barang mistis itu berupa kertas dengan bermacam tulisan, botol kaca kecil, beberapa helai rambut hingga serpihan emas.
Menurut AKBP Imran Amir, jimat itu selalu dibawa oleh pelaku DA. Pengakuan pelaku jimat itu digunakan sebagai pagar diri.
“Jimat dibawa DA. Ada kertas, rambut dan serpihan emas. Katanya untuk pagar diri,” ujar Imran.
Pelaku juga memiliki tiga unit handphone yang dipergunakan khusus dalam aksi kejahatannya. Yaitu satu unit handphone yang hanya untuk berkomunikasi dengan pelaku Jef, satu unit handphone khusus berkomunikasi dengan pembeli emas hasil tipuan.
“Saat ini pembeli sedang dikejar sama anggota. Nah, satu unit handphone lagi hanya untuk komunikasi bersama keluarga,” jelasnya.
DA yang merupakan pelaku utama dalam kasus ini juga memiliki sembilan KTP palsu. Disinyalir, KTP palsu itu dipergunakan pelaku dalam memuluskan aksinya.
“Pelaku ini sudah menguasai utuh aksi kejahatannya, bahkan terkenal licin. Dia sudah mengatur semuanya, bahkan anaknya juga diperalat. Anaknya disuruh agar tidak mengatakan bahwa dia ibunya. Jadi dia ini sudah curiga dikejar polisi. Kalau ketemu polisi katakan kepada anaknya dia ini bukan ibunya,” tuturnya dilansir Langgam.id.

BERAKSI DI PULUHAN TKP HINGGA KE PEKANBARU

Dari pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian, ternyata kedua pelaku telah beraksi di sembilan kecamatan di Kota Padang.
“Sejauh ini terungkap bahwa kedua pelaku telah beraksi di 23 lokasi yang tersebar di sembilan kecamatan dengan modus yang sama,” ungkap Kapolres AKBP Imran Amir.
Ia memaparkan untuk Kecamatan Lubuk Begalung ada tiga lokasi yaitu Perumahan Jala Utama Parak Laweh, Jalan Bandes Pampangan, dan Jalan Ampalu Raya Nomor 66 Kelurahan Pegambiran.
Kemudian di Padang Timur empat lokasi, yaitu di Abdul Muis Jati, Simpang Haru PJKA, Perum Belakang Rumah Sakit RSUP M Djamil, Jalan Pisang Perumahan Belakang Rumah Sakit Semen Padang.
Kecamatan Padang Selatan satu lokasi yaitu di kawasan Jondul Rawang.
Kecamatan Lubuk Kilangan sebanyak dua lokasi yaitu di Warung Gadut Kompleks Unand Blok B, dan kawasan Bandar Buat.
Kecamatan Pauh dua lokasi yaitu sesudah Simpang Pasar Baru, dan Piyai.
Kecamatan Koto Tangah sebanyak enam lokasi yakni Kompleks Filano Blok B 2 Parupuk Tabing, Kompleks Singgalang Blok A9-11 Batang Kabung, Jalan Anak Air Batipuh Panjang, Tunggul Hitam Jalan DPR, kawasan Air Tawar, dan Asratek Ulak Karang.
Sementara Kecamatan Nanggalo satu lokasi di Perumahan belakang Pasar Siteba dan Kecamatan Kuranji sebanyak dua lokasi dengan rincian simpang SPBU Taruko, Belimbing.
Terakhir Kecamatan Padang Utara sebanyak dua lokasi yakni Belakang SPBU Tabing, dan kawasan Indah Teater lama.
“Kami mengimbau korban yang merasa pernah ditipu oleh pelaku untuk membuat laporan ke Polresta Padang,” katanya.
Imran Amir juga mengungkapkan bahwa kedua pelaku tidak hanya beraksi di Kota Padang saja, melainkan juga di daerah lain seperti Kota Bukittinggi tiga lokasi, Kabupaten Agam satu lokasi, dan Pekanbaru Riau tiga lokasi.
“Untuk kasus yang di Pekanbaru kami akan berkoordinasi dengan polres setempat,” jelasnya. (lgm/ant)

Next Post

ULANG TAHUN EMAS KOTA SOLOK KE-50, Pariwisata Kota Solok Semakin Diminati

Kam Nov 26 , 2020
SOLOK, KP – Potensi pariwisata di Kota Solok selalu menjadi prioritas dan perhatian penuh Pemko Solok. Karena letak yang strategis, potensi wisata Kota Solok diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Di usia yang ke-50 tahun pada 16 Desember nanti, kondisi wisata di Kota Solok terus mengalami peningkatanmeskipun di tahun 2020 […]