Bukittinggi Alami Inflasi 0,75 Persen Pada Oktober

BUKITTINGGI, KP – Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,75 persen pada Oktober 2020 kemarin, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,02 dari 90 Kota IHK, 66 kota di antaranya mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi.

Seperti yang disiarkan berita resmi statistik, inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 104,43. Sedangkan inflasi terendah terjadi di DKI Jakarta, Cirebon, Bekasi dan Jember sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing kota sebesar 105,40, 102,50, 106,95 dan 104,65. Secara nasional, Kota Bukittinggi menduduki urutan ke-5 dari seluruh kota yang mengalami inflasi/deflasi.

Sementara itu untuk deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,81 persen dengan IHK sebesar 105,12 dan terendah terjadi di Surabaya sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 104,03. Di samping itu, perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2020 mengalami kenaikan yang mempengaruhi inflasi.

Di Bukittinggi, pada Oktober 2020 terjadi inflasi sebesar 0,75 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,25 pada September menjadi 104.02 pada Oktober. Di mana tingkat inflasi tahun kalender September 2020 Bukittinggi sebesar 1,25 persen dan tingkat inflasi year on year (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,24 persen.

Menurut kantor Statistik, inflasi Kota Bukittinggi terjadi karena adanya kenaikan beberapa harga yang ditunjukkan  naiknya 4 Indeks kelompok pengeluaran yang mempengaruhi inflasi di Bukittinggi. Masing-masingnya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,30 persen. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,15 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,20 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37 persen.

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2020 antara lain cabai merah, jeruk, daging ayam ras, cabai hijau, rokok kretek filter, petai, buncis, bawang merah, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan asin teri dan beberapa komoditas lainnya. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga pada Oktober 2020, di antaranya emas perhiasan, telur ayam ras, kentang, jengkol, belut, tarif listrik, ayam hidup, salak, tomat, ikan kele, ikan kembung, pembalut wanita dan beberapa komoditas lainnya. (eds)

Next Post

Dinkes Padangpariaman Adakan Sosialisasi KIE Keamanan Pangan

Jum Nov 6 , 2020
PARITMALINTANG, KP – Dinas Kesehatan Padangpariaman adakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (5/11). Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rifai mengatakan, kegiatan itu bertujuan berbagi informasi tentang keamanan pangan dan kesehatan. “Karena peserta kita dalam acara ini dari berbagai sekmen. Kalau kemarin sosialisasi […]