Delapan Pelaku Premanisme Diciduk, Satu Bawa Sangkur

PADANG, KP – Jajaran Satuan Sabhara Polresta Padangmenangkap delapan orang terduga pelaku aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) dari beberapa lokasi yang kerap dikeluhkan masyarakat.

“Hari ini (kemarin – red) kami mengamankan delapan orang dari tiga lokasisebagai respon dari keluhan masyarakat terhadap tindakan premanisme dan pungutan liar,” kata Kepala Satuan Sabhara Polresta Padang, Kompol Sayuti, Kamis (19/11).

Ia menjelaskan lokasi penangkapan pertama yang dipimpin oleh Ipda Mahafizd adalah di dekat rel kereta api Air Camar, Kelurahan Parak Gadang Timur. Di lokasi itu petugas mengamankan dua orang, yakni SA dan GP yang melakukan pungli kepada sopir angkot dengan modus menjual minuman kepada sopir angkot.

“Sasaran mereka merupakan para sopir angkutan kota. Modusnya menjual air mineral dengan patokan harga yang tidak sesuai di pasaran. Para pelaku juga memaksa paksa para sopir angkot membeli air mineral tersebut,” katanya.

Petugas kemudian melanjutkan patroli ke arah Pasar Bandar Buatdan kembali mengamankan N dan MD dengan modus yang sama yaitu menjual minuman kepada sopir angkot.”Dari tangan MD kami mengamankan senjata tajam berupa sebilah pisau yang tersimpan dalam tas,” katanya.

Empat pelaku terakhir diamankan jajaran Sabhara di kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang, sebagai lokasi yang juga kerap dikeluhkan masyarakat.

“Sesuai arahan Kapolresta Padang, kami akan menjaring para pelaku premanisme dan pungli yang meresahkan masyarakat. Patroli digelar rutin setiap hari,” tegasnya.

Para pelaku yang diamankan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Polresta Padang untuk didata, diproses, dan dilakukan pembinaan.Mereka juga tampak disuruh hormat bendera di lapangan Kantor Polresta Padang.

“Untuk proses selanjutnya akan diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal,” kata Sayuti.

Sementara itu Kasat Reskrim Kompol Rico Fernanda mengatakan para pelaku akan diperiksa dan dimintai keterangan.”Bagi yang unsur pidananya terpenuhi maka akan diproses secara pidana, salah satunya pelaku yang membawa senjata tajam yang dijerat pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” jelasnya. (ant)

Next Post

Kelaparan Mengancam

Kam Nov 19 , 2020
MENTERI Keuangan Sri Mulyani buka-bukaan. Pandemi covid-19 yang tak jelas kapan berakhirnya menimbulkan kecemasan. Bahan pangan bisa kritis, kelaparan pun mengancam negeri ini. Hal demikian merupakan tantangan luar biasa bagi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Begitu diberitakan KORAN PADANG terbitan Kamis (19/11) di halaman 1 berjudul ‘Pandemi Tak Kunjung Usai, Kelaparan […]