DIPANGGIL ‘AYAH’, Wawako Erwin Yunaz Tertegun, Tapi tak Menyalahi Si Anak

PAYAKUMBUH, KP – Sikap kebapakan begitu kental dalam diri Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz. Betapa tidak, saat dia menyusuri jalanan indah yang dibuat melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) untuk Payakumbuh di Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Rabu (18/11). Orang nomor dua di Payakumbuh itu, tiba-tiba langkahnya tertegun tatkala seorang anak berkebutuhan khusus memanggil dirinya dengan sebutan “Ayah”.

Bagi Erwin Yunaz yang memang dikenal sebagai sosok pemimpin santun, rendah hati dan bergaul baik dengan semua kalangan itu, tak merasa risih saat dirinya dipanggil ‘Ayah’ oleh anak berkebutuhan khusus. Segera dia hampiri anak bertubuh munggil yang diketahui bernama Tristan itu, sembari menyalaminya dengan penuh kasih sayang. Bagaimana layak dan kebiasaan seorang Erwin Yunaz memberikan perhatian dan kelembutan terhadap seorang anak. “Siapa namamu?,” tanya Erwin Yunaz sambil meraih jemari kecil yang dijulurkan si anak berkebutuhan khusus tersebut.

“Nama saya Tristan Ziyat Aliando panggilan  Atan, Ayah,” balas anak kecil itu sembari memandang raut wajah Wawako Erwin Yunaz.  

Sekali lagi dipanggil dengan sebutan ‘Ayah’ oleh anak berkebutuhan khusus itu tidak membuat Wawako Erwin Yunaz risih. Malah, dari raut wajah pemimpin masa depan itu terpancar rasa senang dan bangga dengan sosok anak berketuhan khusus bernama Tristan tersebut. “Tristan, akan memanggil orang yang dirasanya dekat dengan panggilan Ayah,” ujar si ibu kepada Wawako Erwin ketika dia menggamit jemari Tristin dengan erat dan hangat.

“Perasaan saya, jika Tristan memanggil setiap orang dewasa yang dianggapnya dekat dengan dirinya dengan sebutan ‘Ayah’ tidak salah. Inilah gambaran dari ketulusan seorang anak,” ungkap Wawako Erwin Yunaz.

Ringkas cerita, ketika anak kecil bernama Tristan itu diajak Wawako Erwin berkeliling dengan mobil dinas MA 2 M, bocah berkebutuhan khusus itu tak merasa canggung dan malah rela meninggalkan orang tuanya.

Menurut Wawako Erwin, anak seperti Atan perasaannya halus. Dia punya feeling terhadap orang-orang yang penyayang atau tidak. Kondisinya memang perlu perhatian ekstra dari orang tua dan lingkungan. “Semoga ananda Tristan kelak menjadi kebanggaan orang tua dan bangsa dengan segala kelebihannya,” ujar Wawako Erwin mengisahkan sekeping perjalanan dinas yang penuh arti dalam dirinya itu. (dst)

Next Post

Pasar Ekraf di Payakumbuh Jadi Ajang Promosi Wisata di Tengah Pandemi

Kam Nov 19 , 2020
PAYAKUMBUH, KP – Payakumbuh termasuk kota yang beruntung mendapatkan dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat untuk mempromosikan pariwisatanya di tengah Pandemi Covid-19. Di mana dampaknya Payakumbuh hanya dapat meraup Pendapatan Asli Daerah sebesar 20 persen pada tahun 2020 di bidang pariwisatanya. Sektor Pariwisata didorong oleh Pemerintah Pusat agar dapat memulihkan […]