DKPP Berhentikan Amnasmen dari Jabatan Ketua KPU Sumbar

PADANG, KP – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Amnasmen dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar dan diberikan peringatan keras terkait aduan dari salah satu bakal calon (balon) Gubermur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Sekretaris DKPP Bernard Dermawan Sutrisno melalui keterangan pers yang diterima di Padang, Rabu (4/11),  mengatakan peringatan keras dan pemberhentian tersebut diputuskan dalam sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda pembacaan terhadap 11 perkara di ruang sidang DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Selain diberhentikan dari jabatan Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen juga diberikan peringatan keras oleh DKPP.Sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari Jabatan Ketua ini bermula ketika Amnasmen menjadi Teradu II dalam perkara 86-PKE-DKPP/IX/2020 yang merupakan laporan dari bakal calon perseorangan (independen) Fakhrizal-Genius Umar tentang hasil verifikasi faktual yang menyatakan pasangan ini tidak lolos dalam verifikasi tersebut.

Sekadar informasi, saat ini Fakhrizal dan Genius Umar berstatus calon gubernur-wakil gubernur yang diusung oleh partai politik.

Selain itu DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan kepada Anggota KPU Sumbar Izwaryani. Sedangkan , tiga anggota KPU Sumbar lainnya yakni Yanuk Sri Mulyani, Gebriel Daulay, dan Nova Indra diberikan peringatan.

Sidang ini dipimpin oleh Anggota DKPP Alfitra Salamm selaku Ketua Majelis, sedangkan posisi Anggota Majelis diisi oleh Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, dan Ida Budhiati.

Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada Amnasmen dirinya mengaku belum melihat putusan tersebut karena masih dalam perjalanan dinas dari Kabupaten Dharmasraya menuju Kota Padang. (ant)

Next Post

Pilkada Hambar?

Rab Nov 4 , 2020
PANDEMI corona yang menyerang negeri ini membuat pilkada terasa hambar. Sudah mendekati sebulan masa kampanye, seakan tak terjadi apa-apa. Padang yang menjadi salah satu kota barometer politik adem-ayem saja. Karena pandemi, tak ada lagi keramaian kampanye di Imam Bonjol, GOR H. Agus Salim, dan lokasi strategis lainnya. Kondisi ini diperkirakan […]