DPRD Sumbar Siap Anggarkan Kelanjutan Pembangunan Monas PDRI

PADANG, KP – Ketua DPRDSumbarSupardi mengungkapkanpihaknya siap membahas anggaran untuk melanjutkan kembali pembangunan Monumen Nasional (Monas) Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota.Nantinya monas kebanggaan masyarakat Limapuluh Kota itu bisa menjadi wadah untuk pelatihan bela negara.

“Ada anggaran untuk masalah itu (kelanjutan monas PDRI), kalau gak diusulkan (ke DPRD) ya tida ada anggaran dong. Anggaran itu kan bersama-sama, tidak hanya tugas DPRD tapi juga tugas Pemprov,” kata Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Supardi menyarankan agar Pemprov Sumbar mengusulkan anggaran kelanjutan monas PDRI kepada DPRD. Pasalnya kata di, DPRD selalu memperhatikan hal-hal yang bersifat urgent, jikapun nanti Bapemperda-nya sudah ditetapkan namun masih ditambah.

“Sebetulnya tidak ada masalah, kan hal biasa juga. Ada perda yang masuk ke DPRD kita tolak, banyak itu. Kalau pun tidak ada anggaran nanti, kita cari bersama-sama anggarannya,” tegas Supardi.

Di menambahkan, kelanjutan pembangunan Monumen PDRI ini juga harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya yang ada di dalam areal Monumen PDRI ini.

“Infrastruktur jalan dan pendukung ini perlu segera juga dilakukan pembangunannya. Jadi ketika monumen ini selesai, akses jalan dan sarana pendukung lainnya juga sudah selesai dan masyarakat yang ingin berkunjung ke sini juga akan mudah dan nyaman,” katanya.

Menurutnya pembangunan monumen PDRI merupakan pekerjaan besar, dan didukung pemerintah pusat. Untuk menentukan lokasi pembangunan diputuskan setelah melewati waktu panjang dengan berkali-kali rapat.

“Patut kita syukuri, karena basis PDRI tidak hanya di Koto Tinggi, namun juga di Bukittinggi, Solok Selatan dan daerah lainnya, namun pembangunan monumennya diputuskan di Koto Tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan,DPRD Sumbar tengah mendalami komposisi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2021, diharapkan pembahasan bisa mengakomodir kebutuhan daerah. Termasuk untuk kelanjutan gedung bersejarah tersebut.

Disebutkannya, prioritas anggaran pada tahun 2021 adalah untuk penanganan Covid-19. Baik untuk penanganan sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi serta pendataan penerima jaringan pengamanan sosial.“Disamping itu, prioritas anggaran juga digunakan untuk membiayai kegiatan strategis daerah,”ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meninjau pengerjaan proyek pembangunan Monas PDRI di Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Ia berharap gedung bernilai sejarah itu kembali mendapatkan kucuran dana kelanjutan pembangunannya tahun 2021.

“Kita berharap Monumen PDRI ini kembali mendapatkan anggaran pada tahun 2021. Kita sangat bersyukur mendapatkannya karena monumen ini sangat penting untuk mengingatkan kita tentang sejarah mempertahankan kemerdekaan pada agresi belanda tahun 1948 dan penyelamatan keutuhan NKRI sejak tahun 1948 hingga sekarang,” ungkap gubernur. (fai)

Next Post

Viral, Rekaman Percakapan Panwascam Diduga Memihak Salah Satu Paslon di Solok

Ming Nov 22 , 2020
SOLOK, KP – Sebuah rekaman audio (suara) berisi percakapan yang diduga antara seorang oknum Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Solokdengan seorang walijorong menjadi viral di media sosial.Dalam rekaman itu, oknum panwascam tersebut diduga memihak salah satu pasangan calon (paslon) yang sedang bertarung pada Pilkada Kabupaten Solok.Informasi yang berhasil dihimpun […]