Ekonomi Sumbar Triwulan III 2020 Terkontraksi 2,87 Persen

PADANG, KP – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sumbartriwulan III 2020 (Juli-September) terkontraksi 2,87 persen atau jauh menurunkan dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang saat itu mencapai 5,17 persen.

“Dari sisi produksi kontraksi paling dalam dialami oleh sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman,” kata Kepala BPS Sumbar, Pitono, di Padang, Kamis (5/11).

Menurutnya pandemi covid-19 telah mengakibatkan goncangan ekonomi yang mengarah pada resesi global dan sejumlah kebijakan yang dilakukan untuk menekan covid-19 mulai dari PSBB, penutupan sekolah telah berdampak pada peningkatan PHK, penurunan konsumsi dan investasi.

Pitono memaparkan dibandingkan triwulan II 2020 ekonomi Sumbar pada triwulan III tumbuh 4,59 persen. Menurutnya, sumber utama pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 adalah lapangan usaha transportasi dan pergudangan, industri pengolahan serta perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil, sepeda motor.

“Namun saat ini perdagangan mobil dan motor masih lesu dibandingkan tahun lalu termasuk aktivitas pedagang besar, eceran, grosir, pusat perbelanjaan masih sepi permintaan bahkan sering tutup,” kata dia.

Di sisi lain terdapat fenomena sebagian masyarakat yang cenderung berbelanja daring barang dari luar Sumbar karena ada penawaran ongkos kirim gratis.”Ini juga mendorong peningkatan aktivitas cargo lewat jalur laut karena maraknya jual beli daring,” kata dia.

Sementara pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan hasil produksi padi berdasarkan data KSA, menurun siginifikan dibandingkan triwulan II sehingga sektor pertanian terkontraksi minus 0,06 persen.

Kemudian untuk aktivitas penerbangan sudah mulai berangsur pulih karena semakin banyak promo tiket murah seiring dibukanya akses objek wisata.

Berikutnya untuk lapangan usaha konstruksi mulai tumbuh pada triwulan III 2020 karena kembali aktifnya proyek pemerintah seperti pembangunan infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya, pembangunan jalan di Pasaman Barat dan jembatan di Padang Pariaman.

“Untuk industri pengolahan aktivitas sudah mulai membaik dan pabrik sudah mulai beroperasi namun belum maksimal karena permintaan belum sebanyak tahun lalu,” ujarnya.

Pada sisi ekspor juga mengalami kontraksi seiring penurunan volume komoditas mulai dari CPO, kopi, teh dan rempah.

“Di Sumbar juga terjadi penurunan devisa masuk akibat tidak ada wisatawan asing yang berkunjung akibat pandemi,” katanya.

Ia menambahkan pada triwulan III 2020 Sumbar menyumbang 7,08 persen terhadap ekonomi di Sumatera dan 1,15 persen untuk nasional dan masuk urutan ke delapan di Sumatera dibanding provinsi lain. (ant)

Next Post

Pjs Bupati Adib Tinjau Kesiapan Pembukaan MTQ Nasional

Jum Nov 6 , 2020
PADANGPARIAMAN, KP – Dalam rangka persiapan pembukaan MTQ Nasional ke-28 tahun 2020, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Padangpariaman Adib Alfikribersama pejabat dinas terkait Pemprov Sumbar meninjau kondisi Main Stadium Sikabu,Lubuk Alung, baru-baru ini. Bersama Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas DLHPKPP, dan Kasat Pol PP Sumbar, Adib meninjau kesiapan main stadium yang […]