Emak-emak Pelerai Pengendara Moge Keroyok Prajurit TNI Dapat Apresiasi

BUKITTINGGI, KP – Kemunculan seorang ibu untuk melerai dan memohon agar rombongan pengendara motor gede (moge) untuk mengentikan aksinya mengeroyok dua prajurit TNI intel Kodim 0304/Agamdi Simpang Tarok, Kota Bukittinggiviral di media sosial.

Setelah berkali-kali memohon, bahkan menangis kepada para pelaku untuk menghentikan penganiayaan, aksi ibu bernama Sri Harlina (57 tahun) atau yang biasa dipanggil Ibu Lin itu berhasil membuat korban terhindar dari cedera yang lebih parah. Tindakan tersebut langsung mendapat apresiasi dari Dandim Agam dan warga.

Saat itu, Ibu Lin kebetulan sedang berada di lokasi kejadian dan melihat ada keributan. Secara spontan ia mencoba melerai, namun aksi pelaku saat ini makin menjadi-jadi.

“Saya kira awalnya ada kecelakaan,ternyata ada pengeroyokan, karena kasihan dan rasa sayang gitu lah saya bilang, pak, sudah pak, jangan-jangan, mohon pak..mohon pak, sudah pak sudah, berangkat pak berangkat, waktu itu saya tidak takut, Insya Allah Tuhan melindungi,”ujar Ibu Lin, Rabu (4/11).

Didasari rasa sayang pada korban dan sang ibu yang menganggap rombongan moge adalah juga anak-anaknya yang sedang nakal-nakalnya. Apalagi salah seorang pelaku memang anak dibawah umur, pelajar kelas satu SMA berusia 16 tahun yang kini ditahan di ruang tahanan Polres Bukittinggi bersama 4 tersangka lain.

“Mereka memang beringas tapi karena rasa sayang saya, itu harga diri orang, kalau diteruskan harga diri korban kan akan jatuh. Apalagi ada juga pelakunya yang anak-anak. Yang terakhir itu rambutnya putih, makanya saya panggil bapak, kata saya ‘sudah pak sudah, berangkat pak berangkat, karena sudah tua masak kelakuan seperti itu, sudah pak kata saya,” tandasnya.

Sementara, Dandim 0304/AgamLetkol (Arh) Yosip Brozti Dadi mengundang Ibu Lin ke markas Kodim Agam untuk mengucapkan terimakasih atas tindakan heroiknya.

“Saya mengucapkan terima kasih, karena kemarin pada saat di TKP Ibuk Lin secara reflek sengaja berhenti di situ,”ujarnya.

Menurutnya, jika tidak ada Ibu Lin di lokasi, maka anak buahnya tersebut akan cedera lebih parah akibat penganiayaan pengendara moge tersebut.

“Karena rasa iba melihat ada penganiayaan seperti itu langsung beliau turun sehingga penganiayaan itu terhenti dan anggota kami terhindar dari cedera yang lebih parah,” pungkasnya.

Sri Harlina merupakan warga Kayu Gadih, Jambu Aia, Taluak, Kabupaten Agam. Saat kejadian, dia lewat di lokasi dan mencoba melerai pengeroyokan tersebut dengan cara memohon.

Dandim menambahkan saat ini prajuritnya yang dikeroyok tersebut masih mendapat perawatan di rumah sakit. Dua prajuritnya itu mengalami trauma di kepala.

“Anggota sudah berangsur membaik, (tapi) belum keluar dari rumah sakit. Ada trauma di kepala,” katanya.

Kedua prajuritnya itu Serda Mistari mengalami luka pada bibir serta Serda Yusuf bengkak di kepala sebelah kiri belakang dan memar pada pinggang kiri. Keduanya bertugas di Satuan Intel Kodim 0304/Agam.

Sementara lima orang yang tergabung dalam komunitas HOG Siliwangi Bandung Chapter telah ditetapkan tersangka dan ditahan. Mereka berinisial TR alias T (33), HS alias A (48), JAD alias D (26) MS (49), dan B (16). (ozc)

Next Post

DKPP Berhentikan Amnasmen dari Jabatan Ketua KPU Sumbar

Rab Nov 4 , 2020
PADANG, KP – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Amnasmen dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar dan diberikan peringatan keras terkait aduan dari salah satu bakal calon (balon) Gubermur dan Wakil Gubernur Sumbar. Sekretaris DKPP Bernard Dermawan Sutrisno melalui keterangan pers yang diterima di Padang, Rabu (4/11),  mengatakan […]