FKS “Sibumbun Putra” Nagari Pasilihan Gelar Dialog Tematik Tahap I

SOLOK, KP – Forum Keserasian Sosial “Sibumbun Putra” Nagari Pasilihan, menggelar Dialog Tematik tahap I. kegiatan dalam rangka Pompanisasi di Jorong Sawah Luar Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatra Barat, Sabtu (31/10) tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok Yandra, Camat X Koto Diatas Teta Midra, Kapolsek X Koto Diatas diwakili Babinkamtibmas Ade Andre, BPN, KAN, Wali Nagari Pasilihan dan 100 orang peserta Dialog.

Di samping itu dialog tersebut merupakan salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan pada Forum Keserasian Sosial “Sibumbun Putra” atas bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Di mana Bantuan Keserasian Sosial itu berawal dari pembentukan Forum Keserasian Sosial oleh Warga Jorong Sawah Luar Nagari Pasilihan yang ditetapkan dengan SK Wali Nagari. Kemudian FKS “Sibumbun Putra” membuat proposal atau permohonan bantuan pompanisasi untuk Jorong Sawah Luar bersama Wali Nagari Pasilihah, Yonhi Nofri dan dipromotori Zainal Panglimo Sati yang juga perantau Pasilihan yang bertugas di Dinas Sosial di salah satu Kabupaten di Sumatra Barat. 

Pembentukan Forum Keserasian Sosial tersebut bertujuan mencegah terjadinya konflik sosial dalam pembagian air irigasi sawah karena debit air dari pegunungan tidak mencukupi dan puluhan hektare sawah yang hanya bisa panen sekali dalam setahun. Untuk mencukupi kebutuhan air sawah itu, FKS Sibumbun Putra memasang pompa air dari Batang Ombilin yang dialiri melalui pipa sepanjang 462 meter untuk mengairi lebih kurang 40 hektare sawah.

Pada kesempatan itu Wali Nagari Pasilihan menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Kabupaten Solok atas bantuan Pompanisasi untuk Nagari Pasilihan. Karena sudah puluhan tahun Nagari Pasilihan menginginkan adanya pompa air dari Batang Ombilin untuk mengairi persawahan yang ada di Jorong Sawah Luar. 

Sesuai tujuan kegiatan Keserasian Sosial tersebut untuk mencegah terjadinya konflik, Wali Nagari mengimbau warga untuk tetap menjaga persatuan, menghindari terjadinya masalah baru dengan adanya pompanisasi. “Nanti kita musyawarahkan kembali bagaimana teknis dan operasional pompanisasi ini,” tambahnya.

Sedangkan Babinkamtibmas dalam penyampaian materi berharap Nagari Pasilihan tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, serta sama-sama menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Jauhkan anak-anak dari bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Pihaknya berharap kepada pengurus forum untuk tidak melakukan penyimpangan dalam penggunaan anggaran bantuan tersebut.

Di kesempatan yang sama, Camat X Koto Diatas 0Teta Midra mengapresiasi rasa persatuan dan kerukunan serta kebersamaan warga jorong Sawah Luar Nagari Pasilihan yang begitu memperlihatkan rasa syukur kepada Allah atas bantuan yang diturunkan Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk Nagari Pasilihan. “Kita meminta kepada warga untuk dapat menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut, mudah-mudahan di masa akan datang hasil panen di jorong Sawah Luar yang biasanya sekali dalam setahun bisa panen tiga kali,” harapnya.


Salah seorang masyarakat jorong Sawah Luar, Zainir mengucapkan terimakasih kepada Dinas Sosial melalui Forum Keserasian Sosial (FKS). “Terimakasih juga kepada Kecamatan yang selalu membimbing dan  mengarahkan kami yang biasa panen 1 kali setahun, mudah-mudahan dengan dibangunnya pompanisasi ini kami bisa panen 2 sampai 3 kali setahun,” harapnya.


sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Yandra Prasat dalam penyampaian materi dan kata sambutannya berharap warga Pasilihan dapat memanfaatkan bantuan itu dengan sebaik-baiknya. “Mari ajukan proposal sebanyak-banyaknya ke Kementerian Sosial RI dan sumber-sumber dana lain yang bisa memberikan bantuan untuk Nagari Pasilihan, selagi sesuai ketentuan kami akan merekomendasikan proposal tersebut,” sebutnya.

Selain itu pada kegiatan Keserasian Sosial tersebut Kementerian Sosial RI memberikan bantuan sebesar Rp 150 juta, Rp 100 juta untuk pembangunan fisik, Rp 35 juta untuk 2 kali kegiatan Dialog Tematik, Rp 10 juta untuk Operasional Forum dan Rp 5 juta untuk pembangunan tugu Keserasian Sosial.

Next Post

Pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City Diprediksi Memacu Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Ming Nov 1 , 2020
PARITMALINTANG, KP – Percepatan pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City […]