FRAKSI DI DPRD SUMBAR CERMATI RAPBD 2021, Pendapatan dan Belanja Daerah Disorot

PADANG, KP- Pemerintah Provinsi Sumbar secara resmi telah menyampaikan nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2021 ke DPRD Sumbar baru-baru ini. Nota pengantar itu kemudian dibahas dalam rapat paripurna dengan agenda mendengarkan penyampaian fraksi-fraksi, Rabu (11/11).

Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib saat membuka rapat paripurna mengatakanpandangan umum fraksi-fraksi DPRD merupakan cerminan pandangan politiksekaligus sebagai penyaluran aspirasi masyarakat. Sehingga, pendekatan perencanaan anggaran yang berorientasi partisipatif dapat terpenuhi.

Dia menyebutpemerintah provinsi dalam penyampaian nota pengantar dan lampiran RAPBD tahun 2021 dalam rapat paripurna sebelumnya pada Selasa (10/11)telah memaparkan proyeksi pendapatan dan perkiraan belanja daerah. Sesuai kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS), pendapatan daerah disepakati sekitar Rp6,474 triliun dan belanja daerah sekitar Rp6,674 triliun.

“Target pendapatan dan alokasi belanja daerah yang diusulkan di dalam RAPBD tersebut tentu masih terbuka untuk dikembangkan dalam pembahasan,” ujarnya.

Dalam penyampaian pandangan umum, fraksi-fraksi banyak menyorot soal belanja daerah dan mendesak pemerintah daerah meningkatkan pendapatan daerah. Fraksiberpendapatpendapatan daerah masih memiliki potensi untuk ditingkatkan mengingat masih banyak sumber pendapatan yang belum tergarap maksimal.

Juru Bicara Fraksi PDIP-PKB, Leli Arni menyoroti keseimbangan belanja daerah antara belanja langsung dan tidak langsung. Demikian juga mengenai belanja modal dan belanja operasional. Leli menyorot rencana kenaikan belanja daerah sebesar 7,8 persen untuk belanja pegawai.

“Dalam situasi sulit saat ini, kami melihat kenaikan belanja pegawai sebesar 7,8 persen sangat besar sementara kondisi keuangan daerah tersedot untuk kebutuhan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Leli.

Juru bicara Fraksi Gerindra Muchlis Yusuf Abit meminta agar Pemprov Sumbar memberikan penjelasan serta langkah yang akan dilakukan terkait defisitRAPBD tahun 2021 sebesar Rp200 miliar lebih. Terjadinya defisit dikarenakanpendapatan daerah diproyeksikan jauh lebih rendah dibanding belanja daerah.

Dia mengatakan berdasarkan KUA-PPAS RAPBD 2021 total pendapatan daerah hanya sebanyak Rp 6,4 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp 6,6triliun.

Terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah(PAD), sejak lama Fraksi Gerindra sudah menyampaikan bahwa ada potensi besar dari pengelolaan dan pemanfaatan asset daerah yang selama ini diabaikan.Untuk itu, fraksi Gerindra meminta persoalan itu ditangani dengan serius dan sungguh-sungguh karena aset-aset berupa lahan dan bangunan itu potensial untuk dikelola sendiri, disewakan, atau dikerjasasamakan pengelolaanya dengan pihak ketiga.

Fraksi Partai Gerindra juga meminta Pemprov Sumbar mengoptimalkan PAD dari BUMD yang operasional dan merupakan asset daerah. Fraksi Gerindra melihat banyak celah dan potensi untuk peningkatan pendapatan dari kedua sumber ini.

Pada paripurna tersebut, secara keseluruhan fraksi di DPRD juga menyoroti pergeseran komposisi yang cukup besar pada pos belanja operasional dan pos belanja modal. Pada KUA PPAS, alokasi untuk belanja operasional direncanakan sebesar Rp4,635 triliun dan belanja modal sebesar Rp1,124 triliun lebih. Sedangkan dalam RAPBD, belanja operasional meningkat menjadi sekitar Rp5,110 triliun dan alokasi untuk belanja modal berkurang menjadi Rp576,952 miliar lebih.

Suwirpen Suib saat menutup rapat meminta, pandangan umum fraksi-fraksi DPRD tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah provinsi untuk dijelaskan pada rapat paripurna berikutnya. Dia meminta, penyusunan anggaran program dan kegiatan di dalam RAPBD tahun 2021 dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Sehingga, kebutuhan anggaran terutama untuk kegiatan prioritas terkait penanganan Covid-19, penanganan dampak ekonomi serta target pencapaian RPJMD 2016-2021 dapat terakomodir. (fai)

Next Post

Gara-Gara Postingan Media Sosial, Wanita Muda Dikeroyok

Kam Nov 12 , 2020
PAYAKUMBUH,KP- Seorang wanita muda melapor ke pihak kepolisan atas kasus pengeroyokan yang dialaminya pada 11 Oktober 2020 lalu di kawasan normalisasi Batang Agam, Kelurahan Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Kejadian tersebut berawal saat korban berinisial YP (20 tahun) warga Kelurahan Padang Tangah, Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, […]