Gali Pondasi Rumah, Pekerja Bangunan Temukan Granat Nanas

PARIAMAN, KP – Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Sumbar ledakkan granat nenas aktif di lapangan bola kaki Gor Desa Rawang, Sabtu pagi (28/11). Sebelumnya, granat yang diledakkan tersebut merupakan temuan warga di Dusun Karan Desa Taluk Kec. Pariaman Selatan, Jumat (27/11) pukul 17.00 WIB.Granat itu ditemukan seorang buruh bernama Indra Kelana Saputra (37 tahun), alamat Desa Padang Cakua, Kec. Pariaman selatan. 

PARIAMAN, KP – Sebuah granat nanas ditemukan saat penggalian pondasi sebuah rumah di Dusun Karan, Desa Taluk, Kec. Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Jumat sore (27/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Granat yang diduga kita sisa perang kemerdekaan itu ditemukan oleh seorang pekerja bernama Indra Kelana Saputra (37 tahun), warga Desa Padang Cakua, Kecamatan Pariaman Selatan.

Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana mengatakan perkejaan pondasi rumah itu telah dilakukan sejak beberapa hari lalu oleh tiga pekerja. Pada Jumat (27/11), salah seorang pekerja bernama Indra yang sedang membersihkan tanah sisa galian pondasi menemukan granat itu. Karena sudah berkarat, Indra tidak menyangka barang temuannya itu adalah sebuah granat. Bahkan ia sempat membawa pulang dan membersihkan barang tersebut. Setelah itu baru diketahui bahwa barang temuannya itu adalah sebuah granat nanas. Hal itu kemudian disampaikan kepada masyarakat dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Mendapatkan informasi itu, Unit SPKT beserta piket Polres Pariaman mendatangi rumah Indra dan mengamankan granat tersebut,”ujar Kapolres.

Penemuan granat itu diteruskan kepada Dansat Brimob dan Kapolda Sumbar. “Kita menerima petunjuk untuk menempatkan granat tersebut di tempat yang amansesuai SOP,” terang AKP Deny.

Pada Sabtu (28/11), Dansat Brimob menurunkan Tim Penjinak Bom (Jibom) untuk melakukan disposal atau pemusnahan dengan cara diledakkan di lapangan sepakbola Gor Desa Rawang.

Kanit Jibom Brimob Polda SumbarRiska Efki mengatakanteknis peledakan barang temuan dari amunisi militer langsung dilakukan disposal di tempat.

“Ini untuk mengantisipasi jika dibawa dan diletakkan digudang akan menjadi ‘bom waktu’ nantinya. Makanya setelah mendapatinformasi dari Polres Pariaman kita lakukan langsung tindakan,” sebutnya.

Ia mengatakan granat itu merupakan bahan peledak militer jenis granat nenas yang diperkirakan peninggalan sisa perang. “Makanya, kondisinya sudah berkarat,” ungkapnya.

Ia memperkirakandi Sumbar masih banyak handak lainnya karena selain sisa perang kemerdekaan bisa juga dari peninggalan zaman pergolakan PRRI. “Tahun ini saja ada sekitar 10 temuan granat yang sudah diledakkan, terbanyak di daerah Kota Padang,” terangnya.

Ia mengimbau pada masyarakat yang menemukan bahan peledak peninggalan perang agar segera melapor ke bhabinkamtibmas atau polsek setempat. (war)

Next Post

Pessel Butuh BanyakJembatan Tani

Ming Nov 29 , 2020
SUDAH tak terhitungkan lagi petani di Pesisir Selatan tewas ditelan sungai yang membentang di kawasan kabupaten itu. Petani setempat rata-rata punya ladang, kebun,dan persawahan di seberang sungai yang bermuara ke Samudera Indonesia, mulai dari kawasan Tarusan sampai Lunang Silaut. Rutinitas petani setempat bekerja di ladang mereka di seberang sungai itu […]