Gara-Gara Postingan Media Sosial, Wanita Muda Dikeroyok

PAYAKUMBUH,KP- Seorang wanita muda melapor ke pihak kepolisan atas kasus pengeroyokan yang dialaminya pada 11 Oktober 2020 lalu di kawasan normalisasi Batang Agam, Kelurahan Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.

Kejadian tersebut berawal saat korban berinisial YP (20 tahun) warga Kelurahan Padang Tangah, Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, diajak bertemu oleh salah seorang pelaku berinisial RF di kawasan Batang Agam. Pelaku mengajak korban bertemu terkait postingan yang dibuat korban di media sosial miliknya. YP sempat menolak untuk bertemu, namun ia terus didesak dan akhirnya menyangggupi pertemuan itu pada sore harinya.

Sesampai dilokasi yang dijanjikan, korban tidak melihat pelaku. Ia memutuskan untuk pulang. Namun diperjalanan pulang, korban diminta putar arah kembali ke Batang Agam oleh RF bersama tiga orang temannya. Setelah bertemu, RF mengajak korban berbicara ditempat sepi yang jauh dari Batang Agam. Khawatir cemas dengan keselamatan dirinya, korban bersikeras pembicaraan tetap dilakukan di kawasan Batang Agam. Namun, tiba-tiba RF langsung mencakar dan memukul korban. Tidak itu saja, beberapa orang teman pelaku juga ikut melakukan penganiayaan.

“Saat penganiyaan terjadi, korban dipegangi oleh teman-teman pelaku RF,” ujar Penasehat Hukum YP, Vault Vandelantdidampingi Jonny Lumbanturuandan Hafis Alfarisy, Kamis (12/11).

Ia menambahkan, usai melakukan penggeroyokan terhadap korban, pelaku lainnya bernisial IKS meminta untuk menyelasaikan masalah dengannya terkait status di media sosial korban yang dianggap juga menyinggung dirinya. Sementara korban YP mengaku tidak menyinggung pelaku di medis sosialnya karena ia tidak kenal dengan para pelaku.

“Atas kejadian itu, klien kami mengalami luka lebam dibagian kepala, wajah, dan leher. Kita harap laporan ini cepat ditangani oleh penyidik Polres Payakumbuh,”ujarnya.

Sementara, Kapolres PayakumbuhAKBPAlex Prawira melalui Kasat ReskrimAKPM. Rosidi didampingi KBO Satreskrim Ipda Eridal membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap korban YP. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut.

“Iya, benar ada laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh korban YP. Saat ini kita sedang melakukan penyelidikantermasuk memeriksa saksi-saksi dan korban, termasuk para terlapor,” ucap AKPM. Rosidi. (dst)

Next Post

Bunga Rafflesia di Cagar Alam Maninjau Kembali Mekar

Kam Nov 12 , 2020
LUBUKBASUNG, KP – Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Tuan-Mudae mekar sempurna pada hari kelima di dalam kawasan hutan Cagar Alam Maninjau di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra di Lubukbasung, Kamis (12/11), mengatakan bunga […]