Guru berinovasi Digital di Masa Pandemi

Oleh :

HENDRI, S.Pd.

( Guru SDN 09 Belakang Balok, Bukittinggi )

Guru inovatif merupakan guru yang memiliki wawasan inovasi, menghasilkan karya inovasi, dan konsisten melakukan inovasi untuk kepentingan pendidikan, khususnya pembelajaran. Indikator guru inovatif diantaranya, memiliki kompetensi digital, literasi, aktif dalam membimbing peserta didik dalam kegiatan ilmiah, kegiatan seni budaya, olahraga ataupun kompetensi kewirausahaan.

Meskipun ditengah pandemi covid-19, Guru inovasi akan tetap konsisten melaksanakan pembelajaran dengan teknik luring ataupun daring. Teknik luring bisa disajikan guru dalam mengembangkan potensi siswa yang belum memiliki media digital. Sementara itu, teknik daring dapat disajikan guru dengan memanfaatkan teknologi modern saat ini.

Selain itu, guru inovatif juga mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan literasi kelas, membina kagiatan ilmiah siswa, membina seni budaya, olahraga, dan kewirausahaan siswa walaupun tidak ada tatap muka. Oleh karena itu, penulis telah mencoba mengimplementasikan hal-hal tersebut diatas terhadap peserta didiknya meskipun ditengah pandemic Covid-19.

Tetap melakukan proses pembelajaran dalam jaringan (daring) karena masih dalam keadaan Covid-19. Proses pembelajaran daring yang penulis lakukan  dengan memberikan video pembelajaran kepada siswa melalui WhatsApp Group. Salah satu hal sederhana yang telah penulis coba dalam melaksanakan proses belajar mengajar ditengah wabah covid-19 dengan menggunakan teknik Bemaru ( Belajar Mandiri di Rumah ). Bemaru adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan secara mandiri. Rangkaian belajar mandiri ini dilakukan hampir sama dengan kegiatan belajar di sekolah, tetapi pelaksanaan secara mandiri dan didamping oleh orangtua. Dalam kegiatan Bemaru ini penulis menggunakan 3 aplikasi.

Aplikasi yang penulis gunakan adalah WhatsApp, dan fitur Rumah Belajar. Dalam aplikasi WhatsApp penulis memberikan materi pelajaran berupa video atau materi dalam bentuk power point. Video pembelajarannya penulis buat sendiri danada juga yang diunduh dari aplikasi rumah belajar, kemudian di share kepada siswa melalui WhatsApp Group (WAG). Aplikasi WhatsApp penulis gunakan untuk mengumpulkan tugas-tugas siswa dan mengumpulkan dokumentasi kegiatan Bemaru (foto). Sementara itu Aplikasi Rumah Belajar penulis gunakan sebagai sumber dan referensi dalam video pembelajaran.

Langkah-langkah dalam pembelajaran dengan teknik Bemaru yaitu; Pertama, Guru memberikan materi-materi pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai pada hari itu. Materi pelajarannya berupa ringkasan materi atau video pelajaran yang  penulis unduh pada aplikasi rumah belajar dan di share melalui google classroom. Kedua kegiatan Pemberian tugas yang berkaitan dengan materi yang telah penulis share. Proses pengerjaan tugas ini harus di dampingi oleh orangtua siswa dalam jangka waktu yang penulis tentukan. Waktu pengerjaan tugas tergantung kepada jumlah tugas dan tingkat kesulitan tugas. Ketiga, dalam menyelesaikan tugas Siswa dan orang tua dapat menggunakan berbagai sumber dalam menyelesaikan tugas ini. Keempat, Setelah tugas selesai dikerjakan, maka orangtua siswa berkewajiban mengirimkan tugas anaknya ke WA guru untuk dilakukan pengukuran dan evaluasi. Tidak hanya tugas yang dikirimkan oleh siswa tetapi juga dokumen pengerjaan atau proses menyelesaikan tugas berupa foto pun ikut dikirim ke pada penulis sebagai guru kelas.Kelima, proses pelaporan. Proses ini dimana setiap hasil belajar siswa yang telah diperoleh dari pengukuran dan evaluasi, penulis koleksi sebagai bahan pertimbangan penulis untuk pembelajaran berikutnya. Selain itu proses pelaporan juga lakukan kepada kepala sekolah sebagai bukti penulis sudah melaksanakan WFH.

Demikian seterusnya yang penulis lakukan dalam mensiasati supaya pendidikan tetap terus belajar ditengah wabah pandemi covid-19 ini. hal ini tentunya sangat sederhana sekali, namun memiliki banyak makna serta pembiasaan karakter siswa. Selain dapat memantau proses belajar siswa, juga dapat meningkatkan kerjasama guru dan orangtua siswa. Hal yang sederhana ini hendaknya bisa menjadi referensi bagi guru lain dalam melaksanakan tugasnya.

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring, penulis membuat video pembelajaran yang penulis share ke Channel Youtube Pak Hend. Tautan-tautan video tersebut penulis sebar ke WAG orangtua siswa agar dapat dilihat oleh setiap siswa. Selain itu, penulis juga menyebar tautan video tersebut ke media social agar adapat dilihat dan dinikmati oleh oranglain. Penulis juga membuat bahan ajar online serta soal-soal ujian secara online yang dapat dengan mudah dikases oleh siswa dan oranglain yang membutuhkan. 

Kendala dalam pembuatan karya ini adalah anak-anak sudah mulai jenuh belajar hanya dengan mengamati video pembelajaran yang dikirim kan oleh guru kemudian mengerjakan tugas secara online juga. Namun, untuk mensiasatinya yaitu dengan memvariasikan kegiatan pembelajaran daring dengan belajar dari Radio dan BDR di TVRI. Kegiatan ini tentunya membuat siswa sedikit terbantu dari rasa kejenuhannya. Selain itu, saat ini penulis juga mencoba mengarahkan kebosanan mereka dengan kegiatan yang sifatnya pengembangan bakat mereka. Yaitu dengan melibatkan media sosial yang mereka punya (FB, IG, atau WA ) dengan mengisi beranda mereka dengan materi yang telah mereka kuasai. Misalnya mereka mengisi status di FB mereka dengan hafalan IPA, IPS atau mata pelajaran lainnya.

Next Post

BUNTUT REKAMAN AUDIO GALANG ‘TIM SENYAP’, Ketua Panwascam Pantai Cermin Diberhentikan

Rab Nov 25 , 2020
SOLOK, KP – Buntut dari rekaman audio yang diduga berisi […]