Hadapi Iklim “La Nina”, Polres Bukittinggi Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

BUKITTINGGI, KP – Dalam menghadapi iklim ‘La Nina’ saat ini, Polres Bukittinggi melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana. Pada apel yang digelar di halaman Balaikota Bukittinggi, Rabu (11/11) tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara Pjs Walikota Bukittinggi, Zaenuddin. Serta turut hadir Forkopimda, jajaran SKPD di lingkungan Pemko Bukittinggi, jajaran Kodim 0304/Agam dan jajaran Polres Bukittinggi.

Pjs Walikota Bukittinggi, Zaenuddin mengatakan, Kota Bukittinggi memiliki potensi ancaman bencana alam seperti gempa, gunung merapi, longsor, kebakaran dan bencana non alam seperti mewabahnya Covid-19. Namun potensi ancaman bencana yang sedang dihadapi saat ini ialah Pandemi Covid-19. “Maka dari itu mari kita terapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut,” imbaunya.

Disebutkannya, akar masalah lokal yang harus menjadi prioritas dalam upaya penanggulangan bencana di masa Pandemi Covid-19 Bukittinggi, yakni Bukittinggi merupakan kota tujuan perdagangan dan pariwisata. Di mana secara geografis Bukittinggi terletak pada jalur patahan Sumatra. Pada masa pandemi didapati tingginya penyimpangan informasi kesehatan di media sosial. Masih terdapat pemukiman padat kurang tertata yang dikhawatirkan menjadi tempat penyebaran Covid-19 karena akses sarana dan prasarana kurang memadai.

Untuk itu ia mengharapkan agar dapat membangun kesadaran dan pemahaman para pengambil kebijakan akan pentingnya pencegahan, mitigasi bencana dan kesiapsiagaan bencana. “Tingkatkan sarana prasarana, kelembagaan dan personel serta bangun gerakan kesadaran masyarakat serta saling berkoordinasi dan berkolaborasi terkait kebijakan dalam rangkan penyelenggaraan penanggulangan bencana,” ulasnya.

Sementara itu Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara dalam apel tersebut juga mempertegas, bahwa apel itu dilaksanakan untuk melihat dan menguji kesiapsiagaan personel dan semua stakeholder dalam penanganan bencana alam. Serta untuk mengecek efektifitas dukungan sarana dan prasarana dalam penanganan bencana alam banjir, banjir bandang, tanah longsor dan gempa bumi serta karhutla,” ujarnya. (eds)

Next Post

DEBIT AIR SUNGAI TANANG TURUN DRASTIS, PDAM Tirta Jam Gadang Terus Berupaya Berikan Pelayanan Dalam Keterbatasan

Rab Nov 11 , 2020
BUKITTINGGI, KP –               Debit air baku di Broncaptering Sungai Tanang […]