HIDUPKAN FILOSOFI GOTONG ROYONG, Nagari Tageh Diusung Hadapi Pandemi Covid-19

BATUSANGKAR, KP – Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, dibuktikan jumlah yang terpapar terus bertambah dan berdampak terhadap sendi-sendi ekonomi dan kesehatan masyarakat menjadi sebuah permasalahan yang harus dicarikan solusinya.
Dengan prinsip sinergitas dan gotong royong seluruh unsur menjadi modal sosial untuk bertahan dan tetap bisa berkembang di tengah pandemi Covid-19.
Hal ini dikemukakan Direktur Pusat Pengembangan Nagari Unand Dr. Eri Gas Eka Putra saat memaparkan konsep Nagari Tageh di depan Pjs. Bupati Tanahdatar Erman Rahman, di Gedung PKK Indo Jolito, baru-baru ini.
Eri Gas yang juga staf pengajar Fakultas Pertanian Unand Padang ini mengatakan, Nagari Tageh merupakan inovasi nagari yang punya kelenturan atau daya lenting yang tinggi menghadapi Pandemi Covid-19 dan pasca pandemi nantinya.
“Nagari Tageh, artinya nagari harus tegeh (lentur) dalam bidang kesehatan, pendidikan, pangan, ekonomi, sosial budaya, informasi, bencana dan mengatasi penyakit masyarakat. Ini memang tugas berat, namun dengan niat ikhlas, kebersamaan dan kerja keras, basamo mako manjadi. Apalagi kita masyarakat Minangkabau punya prinsip hidup gotong royong. Ini perlu dihidupkan lagi,” urai Eri Gas yang juga putra Sumanik ini.
Lebih lanjut Eri Gas katakan, Unand sebagai perguruan tinggi siap bermitra dengan pemerintah daerah dan pemerintah nagari mewujudkan Nagari Tageh di Sumbar.
“Kita siap bermitra dengan pemerintahan daerah dan pemerintahan nagari. Sebab program ini mendapatkan dukungan dari dosen sendiri, serta juga melibatkan mahasiswa, tidak hanya dari Unand, yang nanti akan dibekali dengan berbagai kemampuan,” ungkapnya.
Sebelumnya Kepala Laboratorium Diagnostik Unand dr. Andani Eka Putra menyampaikan perkembangan Covid-19 di Sumbar cukup terkendali sampai bulan Juni 2020, namun semenjak liburan Idul Adha terjadi peningkatan menjadi 12 persen positive rate, artinya dari 100 orang yang diperiksa ditemukan 12 orang yang positif.
“Masyarakat sebenarnya cemas dengan Covid-19, namun rasa cemas tidak diiringi dengan sikap waspada malah cenderung abai, bahkan sebagian tidak percaya dengan virus ini. Di sinilah peran alim ulama, pemangku adat, wali nagari menjelaskan kepada masyarakat, ” urainya.
Andani yang sudah memeriksa dari 320.000sampel ini, mengatakan angka positif Covid-19 dominan usia 45 tahun ke bawah sekitar 70 persen.
“Yang banyak terpapar itu usia 45 tahun ke bawah, dan secara fisik masih aman, namun sayangnya usia ini banyak yang tidak disipilin dan akan membahayakan orang-orang tua kita di rumah jika terkena virus corona yang menganggu sistem pernafasan manusia ini,” sambungnya.
Pjs. Bupati Erman Rahman di kesempatan itu mendukung penuh pembentukan Nagari Tageh di Kabupaten Tanahdatar. “Pencegahan dan penanganan Covid-19 ini tidak bisa dikerjakan satu unsur saja, namun butuh keterlibatan semua pihak, pemerintah daerah, perguruan tinggi, nagari, tokoh masyarakat, swasta, perantau, TNI/Polri dan lainnya,” ungkapnya.
Kondisi Tanahdatar, ucap Erman juga memperkuat pentingnya Nagari Tageh dalam menghadapi resiko bencana yang cukup tinggi. Tageh dalam menghadapi bencana.
Di tempat yang sama Kadis Kesehatan Tanahdatar, dr. Yesrita Zedrianis dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Nagari Tageh dengan pemrakarsa Unand Padangmenjadi tawaran inovasi nagari agar tangguh dan kuat menghadapi pandemi Covid-19.
Mengingat protokol kesehatan, kegiatan ini terbatasdiikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Suhermen, Kepala perangkat daerah terkait, perwakilan camat, walinagari dan kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Tanahdatar. (nas)

Next Post

Peternak Diajak Asuransikan Ternak Lewat AUTSK

Sen Nov 23 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Usaha peternakan memiliki berbagai resiko kematian di antaranya kecelakaan, bencana alam dan wabah penyakit yang bisa merugikan peternak. Untuk mengurangi resiko tersebut, pemerintah memberikan fasilitasi pengalihan resiko berupa asuransi pertanian.Hal itu dikemukan Kepala Dinas Pertanian Tanahdatar, Yulfiardididampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Varia Warvis, di ruang […]