INDRA CATRI TIDAK BERSALAH, Polda Sumbar Terbitkan SP3

PADANG, KP – Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik calon Gubernur Sumbar Mulyadi kepada calon Wakil Gubernur Sumbar Indra Catri sejak dua bulan lalu.Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, Minggu (22/11), mengatakan SP3 kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik itu dihentikan pada 23 September lalu.
“Jadi benar, itu memang sudah dilakukan SP3,” kata Satake
Ia menjelaskan SP3 diberikan setelah dilakukan pendalaman kembali kasus tersebut oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Sumbar dan Bareskrim.
“Jabatan Direktur Reserse Khusus Polda Sumbar saat itu masih dijabat Kombes Pol Arly dan hasil pendalaman dinyatakan belum cukup bukti sehingga dilakukan penghentian kasus,” katanya.
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade menegaskan Polda Sumbar sudah menerbitkan SP3dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang menimpa Indra Catri yang juga Calon Wakil Gubernur Sumbar itu.
“Kenapa ini kami luruskan? Supaya masyarakat Sumbar tahu, kalau beliau tidak bersalah,” kata Andre.
Ia mengatakan hal itu terpaksa diungkapkannya karena masih ada upaya-upaya mendiskreditkan pasangan Nasrul Abit dan Indra Catri (NA-IC) dengan status tersangka yang disandang IC sejak surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020. Padahal, status itu sudah hilang dengan keluarnya SP3.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan Kabareskrim serta Kapolda Sumbar yang sudah menilai kasus ini secara profesional. Kami ingin masalah ini clear dan pilkada berjalan sesuai dengan semestinya,” katanya.
Anggota Komisi VI DPR RI itu mengharapkan pernyataannya ini membuat status Indra Catri terang benderang.“Tidak ada lagi jadi fitnah di lapangan. Pak IC orang bebas dan tak bersalah. Saya ingatkan para pihak yang bermain di air keruh agar berhati-hati. Kami ingin fokus pilgub bersih tanpa membawa-bawa masalah yang sebenarnya diada-adakan saja,” katanya
Ia mengatakan setelah SP3 proses pengadilan pun sudah berpihak pada Indra Catri, bahkan pada sidang kasus pencemaran nama baik itu, salah satu terdakwa Eri Sofiar mencabut pengakuannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP), pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Padang 16 Oktober lalu. Eri menyampaikan dalam pengakuannya bahwa tidak ada keterlibatan Indra Catri dan Martias Wanto (Sekda Agam), dalam BAP dan termasuk dalam soal siaran pers. Ia menyebut pembuatan akun Facebook yang berisikan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik kepada Cagub Mulyadi adalah atas inisiatifnya sendiri. (ant)

Next Post

Polisi Hentikan Resepsi Pernikahan Anak Pejabat BPBDLimapuluh Kota

Ming Nov 22 , 2020
PADANG, KP – Polres Limapuluh Kotamenghentikan pelaksanaan resepsi pernikahan dari […]