Kelaparan Mengancam

MENTERI Keuangan Sri Mulyani buka-bukaan. Pandemi covid-19 yang tak jelas kapan berakhirnya menimbulkan kecemasan. Bahan pangan bisa kritis, kelaparan pun mengancam negeri ini. Hal demikian merupakan tantangan luar biasa bagi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Begitu diberitakan KORAN PADANG terbitan Kamis (19/11) di halaman 1 berjudul ‘Pandemi Tak Kunjung Usai, Kelaparan Mengancam’.
Ada yang memprediksi pandemi akan berakhir Desember 2020 atau dan Januari 2021. Setidaknya angka kasus positif melandai terus. Apa iya? Atau hanya ‘garah kudo’? Yang jelas anggaran covid-19 mungkin semakin menipis.
Sudah hampir setahun negeri ini diserang virus corona dan dikategorikan sebagai pandemi karena menyebar dalam waktu singkat secara global ke seluruh dunia. Dampak pandemi ini memang luar biasa. Menyengsarakan, mematikan, dan menimbulkan keprihatinan.
Bahkan Menkeu Sri Mulyani mengemukakan kecemasannya akan ancaman kelaparan yang terjadi jika pandemi ini tak kunjung usai. Ironisnya, acaman kelaparan itu akan banyak muncul di perkotaandibanding di kampung-kampung atau pedesaan.
Dugaan Menteri Keuangan itu ada benarnya. Pekerja serabutan memang banyak di kota. Rasa sosial tak begitu kentara di perkotaan. Rasa ‘mandiri’lebih menonjol di kota. Sehingga, saling membantu dan tolong menolong tak begitu kental lagi satu sama lain. Lain di pedesaan, rasa kekeluargaan masih tetap terjalin berkulindan. Mereka hidup bersuku dan berkelompok saling menguatkan persaudaraan penuh keakraban.
Walau di pedesaan rata-rata warganya hidup sederhana namun rasa sosialnya satu sama lain sangat kuat. Termasuk bagi umat Islam di perkampungan yang memiliki tradisi kental dalam berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan di pedesaan corona tak begitu mewabah seperti di banyak kota di Indonesia.
Bisa jadi makanan keseharian warga pedesaan memunculkan kekuatan imunitas luar biasa. Ada sebutan populer ‘gogoh ubi’. Mereka yang kuat, karena teratur makan ubi atau sejenisnya. Begitulah, pedesaan itu penduduknya tangguh dan kuat. Segoni beras dijujung saja oleh lelaki perkasa. Di kota, manapula ASN mampu menjujung beras satu karung. Maklum fisik tak begitu kuat.
Namun demikian, marilah kita sama-sama berusaha agar corona melandai. Semoga pada tahun baru 2021 pandemi covid-19 berakhir. Di antara kita tentu ada yang mendengar isu bahwa dana corona itu sudah menipis. Entahlah. Yang penting, marilah kita sama-sama berdoa: ” Ya Allah, habisilah virus corona dari negeri ini. Tak tahan kami melihat dan mendengar mereka yang korban karena keganasan virus tersebut”. Aamiin. *

Next Post

Polisi Ringkus Begal yang Beraksi di Pantai Air Manis

Kam Nov 19 , 2020
PADANG, KP – Tim Klewang Polresta Padang meringkus seorang pelaku […]