Ketidakdisiplinan Prokes Jadi Kendala untuk Sekolah Tatap Muka

PADANG, KP – Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr. Fitri Arsih mengungkapkansaat ini disiplin protokol kesehatan belum menjadi kebiasan masyarakat. Jika sekolah tatap muka dipaksakan sangat besar berpeluang menciptakan cluster baru, yaitu cluster sekolah.

“Jangan pertaruhkan masa depan anak untuk kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Jangan jadikan alasan sekolah kembali dibuka karena Kota Padang telah keluar dari zona merah. Sangat beresiko sekali dan sangat disesalkan jika ini terjadi,” tegasnya, kemarin.

Fitri Arsih mengakuiyang menjadi permasalahan pada saat pendidikan secara daring ini adalah keterbatasan kemampuan orangtua dalam mengawasi dan membantu pembelajaran terhadap siswa dirumah. Oleh karena itu, untuk menciptakan pendidikan daring yang menarik, guru dan orangtua harus membangun kolaborasi demi memaksimalkan proses anak belajar secara daring.

“Kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan akan sangat menentukan besarnya atensi siswa terhadap kegiatan belajar daring tersebut. Sedangkan pendampingan dan keaktifan orang tua dalam menemani anak akan menentukan sejauh mana kegiatan belajar di rumah akan bermanfaat dan bermakna,” tutupnya.

Terpisah Sosiolog UNP Dr. Erianjoni, menyatakan perlu sebuah evaluasi tentang kelayakan sekolah tatap muka digelar sehingga tidak terjadi nanti sekolah sebagai kluster pandemi covid-19. Selain itu, lanjutnya, harus ada komitmen bersama agar jangan ada saling menyalahkan antar berbagai fihak di kemudian hari. (mas)

Next Post

Lapangan ‘Mini Soccer’ Akan Dibangun di GHAS

Jum Nov 20 , 2020
PADANG, KP – CV Polos Production yang merupakan pengelola kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Haji Agus Salim (GHAS) Kota Padang berencana membangun lapangan mini soccer di kompleks olahraga tersebut. Direktur CV Polos Production Renol Fadhli mengatakan lapangan bola mini yang akan dibangun itu berukuran 30 x 60 meter. Lokasinya di […]