Langgar Perda, Dua Penjual Miras Diseret ke Meja Hijau

PAYAKUMBUH, KP- Keseriusan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memerangi bentuk maksiat dan penyakit masyarakat terus gencar dilaksanakan. Terbukti melanggar, maka tinggal menunggu sanksinya pasti diterima karena telah memberikan dampak kerusakan terhadap moral di Kota Randang.

Dua orang pemilik dan penjual minuman keras yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Pencegahan dan Penindakan Penyakit Masyarakat dan Maksiat (Pekat) disidang di Kantor Pengadilan Negeri Kota Payakumbuh, Jumat (13/11).

Bertindak selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil, Ricky Zaindra yang juga Kabid Penegak Perda didampingi penyidik Syafri mendengarkan hasil putusan tipiring dari hakim.

Adalah SS, lelaki pelanggar yang didenda sebesar Rp2 juta atau kurungan selama 7 hari, karena tertangkap tangan menjual miras jenis tuak, dirinya tertangkap oleh petugas sewaktu operasi yustisi protokol kesehatan beberapa waktu yang lalu di dekat pasar Ibuh, dengan barang bukti 6 jeriken tuak.

Pelanggar kedua, adalah RS, wanita berusia lebih dari 50 tahun yang didenda sebesar Rp.10 juta atau kurungan selama 14 hari. Ia didakwa menjual miras yang dirazia Tim 7 Payakumbuh dengan barang bukti 472 botol miras beralkohol berbagai merek seperti anggur merah, brandy, dan whisky.

Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra mengatakan, putusan pengadilan bersama kedua terdakwa diserahkan ke kejaksaan oleh PPNS. Informasi yang diterima dari PPNS di kejaksaan, dihadapan jaksa kedua pelanggar Perda itu memilih putusan untuk membayar denda daripada kurungan penjara.

“Kita berharap penegakan hukum yang kita lakukan dapat membuat efek jera terhadap pelaku penjual miras lainnya. Kami dari tim 7 maupun petugas penegak Perda bakal rutin melakukan razia demi menciptakan Kota Payakumbuh bebas dari pelanggaran pekat dan maksiat,” kata Devitra.

Upaya yang dilakukan Tim 7 Payakumbuh itu mendapat dukungan dari Ketua Karang Taruna Kelurahan Tiakar, Petrianto, Ia mendukung penindakan yang dilakukan pemko dan mengapresiasi kasus dua penjual miras ini langsung dibawa kemeja hijau.

“Kami berharap petugas kita menindak dengan tidak tebang pilih. Agar efek jeranya lebih terasa,” kata Opet.

Sementara itu, Anto warga lainnya berharap agar petugas tak hanya mengawasi permasalahan Covid-19 dan miras saja, namun bagaimana pengawasan Narkoba juga dilakukan, karena beberapa kasus penangkapan oleh kepolisian saat ini banyak di ganja dan sabu.

“Jangan sampai lemahkan pertahanan kita, nanti bisa rusak generasi muda kita kalau dicekoki miras dan penyalahgunaan obat, apalagi karena narkoba,”tambah Anto. (dst)

Next Post

Dewan Hakim MTQ asal Manado Wafat

Ming Nov 15 , 2020
PADANG, KP – Salah seorang dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran […]