Larangan Pesta Pernikahan Batal Dicabut

PADANG, KP – Surat Edaran nomor:870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha yang diterbitkan pada 12 Oktober batal dicabut Plt Walikota Padang, Hendri Septa. Penyebanya, pelaku usaha jasa pesta pernikahan yang tergabung dalam Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Padang sampai saat ini belum melaksanakan tes swab.
Sebelumnya, SE tersebut direncanakan bakal dicabut pada 23 November 2020 sesuai kesepakatan antara Pemko Padang dengan Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Padang.
“Kami masih menunggu data anggota AJP Padang yang akan melakukan swab. Karena sesuai komitmen Pemko Padang dengan Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Padang yang dituangkan dalam deklarasi bersama pada Senin (9/11) lalu, para pelaku usaha tersebut bersedia melakukan tes swab sebelum surat edaran larangan “baralek” dicabut,” tegas Plt Walikota Padang, Hendri Septa di Balaikota Padang, Senin (23/11).
Plt Walikota meminta AJP menjaga komitmen yang sudah disepakati secara bersama. Untuk itu kita berharap AJP segera menyerahkan data anggotanya yang akan melakukan swab. Setelah itu surat edaran bisa dicabut.
“Surat edaran segera dicabut, namun kita masih menunggu komitmen dari AJP. Dari informasi Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, belum menerma data anggota AJP yang akan melakukan swab,” ungkapnya.
Kendati belum di cabut, lanjutnya, surat edaran larangan baralek tersebut masih berlaku. Artinya, sebelum surat edaran dicabut, masyarakat tetap dilarang melaksanakan pesta perkawinan.
“Kita (Pemko Padang) sudah menyiapkan surat edaran baru untuk mencabut surat edaran yang lama. Di surat edaran baru itu, warga Kota Padang diperbolehkan untuk menggelar baralek dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Tadi (kemarin-red) saya sudah mau menandatanganinya, tapi tidak jadi karena pelaku jasa pesta belum tes swab,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan surat edaran baru tentang pelaksanaan pesta perkawinan dan kegiatan bagi pelaku usaha ini bertujuan agar Kota Padang bisa menekan jumlah penyebaran covid, sebab tak ada yang tau kapan pandemi ini akan berakhir.
“Kita tidak ingin saat kita cabut surat edaran ini, kasus Covid-19 mengalami peningkatan di Kota Padang. Apalagi sudah ada perintah dari empat kementerian, dimana pada awal tahun sudah memperbolehkan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka dimulai. Dan kita tengah mempersiapkan itu,” sampainya.
Oleh karena itu, dia pun meminta AJP Padang segera menyerahkan daftar nama anggotanya agar bisa dilakukan tes swab.
Menyikapi hal itu, terpisah Ketua AJP Padang, Yursal mengimbau kepada seluruh pelaku usaha jasa pesta pernikahan yang tergabung dalam AJP diwajibkan segera melakukan tes swab secara gratis dengan mendatangi puskesmas terdekat dengan membawa KTP dan KK paling lambat besok (hari ini-red).
“Kita sudah menginformasikan kepada masing-masing anggota AJP agar segara melakukan tes swab. Tujuannya, supaya keseriusan kita dalam menyikapi kesepakatan dapat membuatkan hasil maksimal,” sampainya singkat. (nda)

Next Post

Warga Pasa Gadang yang Isolasi Mandiri Terima Bantuan Sembako

Sen Nov 23 , 2020
PADANG, KP – Satgas Penanggulangan Covid-19 Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga serta fasilitas umum, Minggu (22/11).Penyemprotan tersebut dilakukan setelah dua orang warga di RT 002/RW 001 terpapar covid-19 berdasarkan hasil swab di Puskesmas Pemancungan.Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pasa Gadang Waluyo Yuwono mengatakan dua […]