Mantan Pj Gubernur Sumbar Meninggal Saat Gowes

PAYAKUMBUH, KP – Mantan Sekda Payakumbuh sekaligus mantan Plt Sekdaprov Sumbar dan Pj Gubernur Sumbar Mahmuda Rivai meninggal duniaRabu pagi (18/11) sekitar pukul 09.45 WIB. Almarhum wafat dalam perjalanan atau gowes bersama teman-teman sesama pensiun, satu kilometer menjelang Kelok Sembilan, di kawasan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kepergian Mahmuda Rivai membuat jajaran ASN Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota nyaris tak percaya. Pasalnya, menjelang gowes yang juga diikuti mantan Walikota PayakumbuhJosrizal Zain itu, Mahmuda Rivai tampak segar-bugar.

“Yang bersangkutan leader (pemimpin) selama gowes,” sebut mantan Pimcab Bank Nagari Payakumbuh Ruzalyanyang ikut dalam rombongan gowes itu, sebagaimana dilaporkan Diskominfo Payakumbuh.

Sejak star dari GOR Kubu Gadang, rombongan gowes yang juga melibatkanmantan Kepala BKD H. Ennaidi Dt. Anggung, mantanSekretaris Bappeda Ismed Ibrahim, dan puluhan pensiunan lainnya itu, santai-santai saja menuju kelok sembilan. Almarhum tampak paling belakangmengawasi rombongan gowes yang berada di depannya.

Tapi, selepas jembatan kembar, tiba-tiba almarhum berhenti. Ia tampakmeletakkan dadanya ke stang sepeda. Melihat kondisi tersebut, Ismed dan Ruzalyan yang berada paling dekat dengan almarhum, langsung memberi pertolongan.Almarhum ditidurkan di pinggir jalan. Selanjutnya teman-teman almarhummencoba memompa jantung dengan menekan dadanya.Akhirnya, almarhum dilarikan ke Puskesmas Tanjung Pati, Harau.

“Namun, dalam perjalanan almarhum menghembuskan nafasnya yang terakhir, “sebut Ruzalyan yang ikut memangku jenazah saat menuju puskesmas.

Di rumah duka, ratusan ASN dan pensiunan pejabat serta kerabat almarhum dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota serta kota/kabupaten lainnya, berdatangan menyampaikan rasa berlangsungkawanya.Di antaranya, tampak hadir Wawako Payakumbuh Erwin Yunaz, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, mantan Wawako Payakumbuh Syamsul Bahri dan sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Selain mereka juga hadir mantan Ketua DPRD Payakumbuh Jendrial, mantan Asisten I Payakumbuh Drs. Richard Moesa, dan mantan Kadisduk Capil Mediar Indra, serta puluhan mantan pejabat lainnya.

Mantan Walikota Josrizal Zainmengaku kehilangan dengan kepergian almarhum. Menurutnya, Mahmuda tidak saja piawai dalam urusan pemerintahan, tapi juga mampu mendorong stafnya untuk berpikir lebih maju dalam membangun Payakumbuh.

Mahmuda, dalam karirnya sebagai pamong, juga pernah menjabat Asisten II Setdaprov Sumbar. Kemudian, juga pernah dipercaya sebagai pjs Sekdaprov dan Pjs Gubernur Sumatra Barattujuh tahun lalu.

Sehari sebelum almarhum tiada, Selasa (17/11), dalam acara pertemuan komunitas pensiunan Palanta Payakumbuh dan Limapuluh Kota, yang bersangkutan masih tampak ceria dan bersenda gurau dengan para pensiunan.Dalam acara di tepian Batang Agam, di kawasan Padang Tangah Balai nan Duo, almarhum masih menyumbangkan suara emasnya dalam pertemuan itu.

“Beliau sangat baik dan pandai bergaul,” tambah Josrizal Zain.

Almarhum dimakamkan di pandam perkuburan umum di Kelurahan Labuh Basilang, Rabu sore. Almarhum meninggalkan seorang isteri, drg. Yani dan dua orang anak. (dst)

Next Post

Warga Daerah Tertinggal Tumpangkan Harapan ke NA-IC

Rab Nov 18 , 2020
SOLOK, KP -Warga Nagari Sarik Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok, berharap Nasrul Abit dan Indra Catri mengeluarkan nagari itu dari “status” tertinggal. Tokoh muda Nagari Sarik Alahan Tigo, Zul Akmal, mengatakan daerah tersebut membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah daerah agar ke luar dari “status” tertinggal. “Yang paling […]