MARADONA MENINGGAL, Sempat Ingin Latih Timnas Indonesia

BUENOS AIRES, KP – Diego Armando Maradona, legenda sepakbola dunia asal Argentina, meninggal dunia pada usia 60 tahun. Dia meninggal karena serangan jantungdi rumahnya di Tigre, Argentina, pada Rabu (25/11) waktu setempat.
Ia tengah memulihkan diri di rumahnya di Tigre setelah menjalani operasi otak pada awal November lalu. Sang legenda telah dirawat di rumah sakit sejak awal November. Beberapa hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-60 ia mengeluh lemas dan kelelahan.Tes di klinik La Plata mengungkapkan adanya gumpalan darah di otak, yang kemudian telah berhasil dioperasi. Maradona kemudian pulang dari rumah sakit sebagai pasien rawat jalan untuk melanjutkan pemulihannya, yang ia lakukan di kediamannya di Tigre, Buenos Aires utara.Tetapi pada Rabu pagi waktu Argentina atau Kamis dinihari WIB (26/11), Maradona menderita serangan jantungdan paramedis di tempat kejadian gagal menyelamatkannya.
Saat masih aktif bermain sepak bola, Maradona dikenal sebagai seorang pemain yang hebat. Aksinya di Piala Dunia 1986 selalu dikenang oleh pecinta sepak bola.
Setelah tidak aktif bermain sepak bola, dia pun sempat menjadi pelatih Timnas Argentina pada Piala Dunia 2010. Dengan capaiannya di dalam karier sepak bolanya, siapa sangka Maradona pernah menaruh perhatian untuk sepak bola Indonesia.
Pada tahun 2013 silam, Maradona pernah menyatakan kesiapannya untuk melatih Timnas PSSI. Namun, dengan catatan, tidak ada pelatih kepala di tim.
“Saya siap dan mau menjadi pelatih di sini, tetapi dengan syarat tidak ada pelatih kepala yang sedang menjabat. Sebab, saya menghomati tentang persoalan itu,” ujar Maradona di sela konferensi pers kedatangannya di Surabaya, Jawa Timur saat itu.
Maradona mengaku memiliki niat membangun sepak bola Indonesia menjadi lebih baik dan disegani. Bahkan, jika PSSI serius meminangnya, mantan Pelatih Timnas Argentina itu sudah menyiapkan segalanya untuk membuat Timnas Indonesia maju.
Pria berusia 52 tahun tersebut juga mengaku, dengan berbekal pengalaman puluhan tahun sebagai pemain maupun pelatih, dirinya ingin membangun tim sepak bola Indonesia yang kuat, baik dari sisi teknik maupun mental, dalam bermain bola.
Menurut dia, persoalan dan permasalahan penting yang dialami pesepak bola Asia mayoritas karena faktor mental dan kedisplinan. Seperti yang dia amati ketika melatih sebuah klub di Qatar tahun lalu, Al Wasl.
“Untuk sekarang, kedatangan saya belum punya pikiran sebagai pelatih Timnas sebab saat ini Timnas Indonesia sudah memiliki pelatih. Sekali lagi, saya tidak mau merebut jabatan,” kata mantan pemain Barcelona, Napoli, dan sejumlah tim terkenal di Eropa lainnya itu.
Pada saat kedatangannya ke Jawa Timur itu, Maradona sempat memberikan “coaching clinic” serta “tango football” kepada anak-anak binaan sekolah sepak bola.Pesepak bola yang dikenal “Gol Tangan Tuhan” itumemberikan bekal ilmu dan motivasi untuk anak-anak agar lebih mencintai sepak bola dan menunjukkan cara bermain bola yang baik.

PERJALANAN KARIR MARADONA

Maradona memulai karir profesionalnya bersama Argentinos Juniors pada usia 16 tahun dan kemudian dianggap sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah ada di lapangan sepak bola.
Penyerang kecil dengan kekuatan kaki kiri ini kemudian mewakili Boca Juniors, Barcelona, Napoli, Sevilla dan Newell’s Old Boys sebagai pemain. Dan klub seperti Racing Club, Dorados, Gimnasia dan tim nasional Argentina menjadi lanjutan karir Maradona sebagai pelatih.
Maradona berperan penting dalam membawa Argentina meraih kemenangan Piala Dunia kedua mereka pada tahun 1986, menjadi kapten tim yang menang atas Jerman Barat di final di bawah asuhan Carlos Bilardo.
Ia mencetak lima gol selama turnamen dan finis kedua di belakang pemain Inggris Gary Lineker dalam peringkat pencetak gol terbanyak, pertemuan antara Inggris dan Argentina di perempat final menjadi sejarah sepak bola paling ikonik, dan tentunya paling kontroversial sepanjang sejarah gelaran Piala Dunia.
Pemain nomor 10 Argentina itu mencetak dua gol untuk mengalahkan Inggris dalam kemenangan 2-1! Gol pertama dicetak dengan ‘Tangan Tuhan’ yang terkenal dan yang kedua Maradona menggiring bola melewati beberapa lawan yang kemudian dijuluki ‘Gol Abad Ini’.Ini terjadi pada perempatfinal Piala Dunia 1986.
Berhadapan dengan Timnas Inggris di Azteca, 22 Juni 1986, Maradona bermain curang dengan mencetak gol menggunakan tangannya.Duel Argentina versus Inggris sempat buntu di babak pertama. Albiceleste sempat kesulitan menghadapi Inggris yang bermain dengan kekuatan fisiknya.
Meski mampu menguasai pertandingan, Argentina kerap menemukan kesulitan saat harus menyelesaikan peluang di depan gawang Inggris.Hingga akhirnya, pada menit 51, terjadi sebuah insiden. Maradona sempat ingin membangun kerjasama dengan Jorge Valdano.Menerima umpan Maradona, Valdano hendak melakukan teknik rainbow flick. Namun, tipuan tersebut dibaca dengan mudah oleh gelandang Inggris, Steve Hodge.Bola hendak dibuang Hodge. Tapi, malah mengarah ke Maradona. Kiper Inggris kala itu, Peter Shilton, sadar akan agresivitas bola.
Karena posturnya lebih tinggi, Shilton sangat yakin bisa menjangkau bola. Namun, tiba-tiba Maradona melompat, tangannya dengan nakal menyentuh bola dan gol terjadi.Wasit kala itu, Ali Bennaceur, mengesahkan gol Maradona, disambut dengan protes para pemain Inggris. Tapi, Bennaceur didukung oleh hakim garis yang menyatakan aksi Maradona sah.
Gol ini jadi awal petaka Inggris karena empat menit berselang Argentina berhasil cetak gol kedua, lagi-lagi lewat Maradona. Inggris cuma bisa membalas sekali. Hingga akhirnya mereka tersingkir.
Tangkapan kamera salah satu fotografer membuktikan, Maradona memang menggunakan tangannya untuk mencetak gol. Setelah beberapa lama, Maradona akhirnya mengakui, menggunakan bantuan tangannya untuk mencetak gol.
“Jika bisa ke masa lalu, ingin rasanya kembali dan mengubah sejarah. Tapi, gol tetaplah gol. Argentina pada akhirnya bisa juara. Dan, saya menjadi pemain terbaik dunia. Saya tak bisa mengubah sejarah. Apa yang sudah saya lakukan telah terjadi,” ujar Maradona dilansir The Sun.
Maradona juga membantu negaranya mencapai final Piala Dunia kedua berturut-turut empat tahun kemudian. Selamat jalan, legenda! *

Next Post

PUSING SAAT MANCING, Pensiunan PNS Ditemukan Meninggal di Pantai Naras

Kam Nov 26 , 2020
PADANG, KP – Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditemukan […]