Masyarakat Diminta Selektif Bersedekah, Hentikan Memberi di Jalanan

PADANG, KP – Maraknya peminta-minta (pengemis) di jalan terutama di perempatan lampu merah sebagai tempat mengemis sudah menjadi fenomena. Bahkan memberi sedakah di jalan sudah membudaya di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kota Padang saat ini.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial (Dinsos) meminta masyarakat untuk menghentikan memberikan sedekah di jalan, terutama di perempatan lampu merah. Hal tersebut berisiko membahayakan, karena mengganggu ketertiban umum.
“Kita meminta masyarakat Kota Padang selektif dalam bersedekah. Jika ada peminta-minta di perempatan lampu merahatau jalan tidak usah diberi. Sebab, resikonya bisa mengakibatkan kecelakaan baik pemberi sedekah maupun penerima. Seperti kita ketahui mobilitas kendaraan di Kota Padang ini cukup tinggi,” jelas Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi kepada wartawan secara virtual dalam diseminasi informasi yang dilaksanakan Diskominfo Padang, Rabu (11/11).
Tak hanya itu, kebiasaan memberi di jalan tentunya akan membuat keberadaan mereka bertambah banyak, sehingga upaya penertiban yang dilakukan pemerintah terhadap pengemis, anak jalanan (anjal) gepeng dan lainnya menjadi sia-sia.
“Salah satu upaya mencegah keberadaan mereka ini adalah dengan tidak memberi uang kepadanya di jalan. Kita mengharapkan kerjasama dari semua pihak untuk bersama-sama mencegah mereka berada di jalanan,” pintanya.
Bahkan katanya, perwako dan perda yang melarang pengendara memberi sedakah di perempatan lampu merah sudah ada, dan bagi pemberi sedekah di jalan ada sanksinya.
Ia menegaskan, memberi sedekah itu baik, namun tentu harus pada tempatnya. “Jika ingin beramal bisa melalui masjid atau langsung ke anak yatim atau orang-orang tidak mampu yang tidak berprofesi sebagai peminta-minta di perempatan lampu merah, apalagi saat ini masih pandemi,” tuturnya.
Ditambahkan, peminta-minta yang ada di sejumlah perempatan lampu merah di Kota Padang kebanyakan berasal dari luar daerah. “Mereka yang ditangkap Satpol PP, kita beri edukasi setelah itu dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Namun tidak beberapa lama, kembali lagi. Maka dari itu kita minta kerjasama dari masyarakat Kota Padang, agar tidak lagi memberi di jalan atau perempatan lampu merah,” pungkasnya. (nda)

Next Post

Faisal Nasir : Pelaku Usaha Tenda tak Perlu Dites Swab

Rab Nov 11 , 2020
PADANG,KP – Anggota Komisi IV DPRD Padang, Faisal Nasir mengatakan, perlu dijelaskan apa dasarnya pelaku usaha tenda diwajibkanditesswab. Sebab, pelaku usaha tenda hanya bertugas memasang sampai tenda berdiri. “Kita ingin tahu kenapa pelaku usaha tenda dites swab, merekakan tidak berinteraksi dengan orang banyak,” ujar kader PAN ini, Rabu (11/11). Ia […]