Padi Diserang Hama Hingga Gagal Panen, Belasan Petani Adukan Nasibnya ke DPRD

PARIAMAN, KP – Belasan petani di Kota Pariaman, mengadukan nasib mereka yang mengalami gagal panen padi akibat hama yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir serta masalah pertanian lainnya ke DPRD setempat. “Padi kami diserang hama, bahkan semenjak pertama ditanam hama sudah menyerang,” kata koordinator penyampaian aspirasi petani ke DPRD Pariaman, Jupriman di Kantor DPRD Pariaman, Kamis (12/11).

Ia menyampaikan, meskipun hama tersebut telah berhasil diatasi dengan pemberian obat dan upaya lainnya, namun tidak berapa lama jenis hama lainnya muncul sehingga kerugian petani pun semakin besar. Bahkan kata dia, saat ini padi yang ditanam beberapa bulan lalu sudah gagal panen sehingga usaha tani yang dilakukan merugi. “Kalau dilihat sekarang padi kami sudah menguning, tapi isinya kosong,” katanya.

Ia menyebutkan, adapun hama yang menimpa sawahnya yaitu sejenis walang sangit, wereng dan tikus. Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, luas yang terdampak hama tersebut lebih dari 30 hektare. Ia pun meminta pemerintah mendirikan pos pengendalian hama sebagai wadah koordinasi perkembangan hama di Pariaman agar tidak menyebar ke lahan pertanian petani lain. “Kalau di bencana ada namanya mitigasi bencana, di pertanian hendaknya bisa juga dibuat mitigasi hama,” ujarnya.

Salah seorang petani lainnya asal Pariaman Selatan, Yalwat mengatakan, pengairan sawah di daerahnya masih tadah hujan. Meskipun irigasi Anai 2 sudah melintasi daerahnya, namun hingga sekarang belum dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu ia berharap pemerintah DPRD Pariaman dapat membantu pihaknya agar aliran air irigasi Anai 2 dapat cepat mengairi sawah mereka.

Sementara Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora mengatakan, pihaknya akan membahas aspirasi dari petani tersebut saat rapat dengan mitra komisi terkait. “Kemarin kami dengar pendapat dengan nelayan dan sekarang dengan petani. Banyak masalah yang disampaikan mereka,” terangnya.

Ia menyampaikan, pihaknya akan mencarikan solusi bersama organisasi perangkat daerah terkait serta mengakomodir usulan dari petani agar membuat pos pengendalian hama. Selain itu lanjutnya, pihaknya akan berupaya agar Irigasi Anai 2 untuk Kota Pariaman dapat segera dimanfaatkan untuk mengairi sawah petani.

Sejalan dengan itu, anggota DPRD Pariaman Ibnu Hajar, meminta petani di daerah itu menginventaris irigasi tersier karena pada 2022 jaringan intake sudah selesai. “Kami siap mengakomodir usulan dari petani itu, tapi kami minta lahan yang digunakan telah bebas,” ujarnya.

Di samping itu ia mendukung adanya sistem penanggulangan wabah karena hal tersebut merupakan hal yang baru untuk mendukung peningkatan produksi tanaman.

Next Post

Sepeda Santai Meriahkan HKN di Solok Selatan

Jum Nov 13 , 2020
PADANGARO, KP – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) […]