Pasar Ekraf di Payakumbuh Jadi Ajang Promosi Wisata di Tengah Pandemi

PAYAKUMBUH, KP – Payakumbuh termasuk kota yang beruntung mendapatkan dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat untuk mempromosikan pariwisatanya di tengah Pandemi Covid-19. Di mana dampaknya Payakumbuh hanya dapat meraup Pendapatan Asli Daerah sebesar 20 persen pada tahun 2020 di bidang pariwisatanya.

Sektor Pariwisata didorong oleh Pemerintah Pusat agar dapat memulihkan kondisi perekonomian masyarakat yang kian terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dinas-dinas dituntut agar dapat melaksanakan kegiatan ekonomi kreatif dengan catatan tetap menjadikan protokol kesehatan sebagai panglima dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui adaptasi kebiasaan baru.

Kita tidak bisa memilih apakah antara kesehatan atau ekonomi. Jawabannya tentu keduanya untuk mengembalikan roda perekonomian masyarakat dan terhindar dari wabah yang sedang melanda negeri ini. Untuk itu setiap sektor dituntut melakukan aktivitas yang kreatif dan inovatif.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Novrial kepada media, Kamis (19/11) mengatakan, Pemprov Sumbar menggelar Festival Ekraf yang bersumber dari dana APBD Provinsi Sumbar, hasil reformat anggaran-anggaran penyelenggaran ekonomi kreatif yang awalnya akan diadakan secara konvensional sebagaimana biasa. “Penyelenggaraan Festival Ekraf diubah polanya dengan tambahan mengedepankan protokol kesehatan, namun tanpa penonton. Karena yang akan kita tuju sebetulnya adalah konten-konten promosi berupa campuran aktifitas Ekraf dengan objek wisata ikonik,” ujarnya.

Di Payakumbuh kata dia, Pasar Ekraf digelar dari 14 November hingga 13 Desember 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe dan pelaksana kegiatan tersebut adalah Komunitas atau organisasi masyarakat (Ormas) Masyarakat Peduli Seni dan Budaya (MPSB) Kota Payakumbuh. Dia menyebutkan, sebenarnya tidak banyak daerah yang bisa mendapatkan kesempatan emas seperti itu, karena rasanya akan sulit menggelar kegiatan Pasar Ekraf di tengah pandemi Covid-19. Mengondisikan penonton yang hadir, mengonsep acara, hingga bagaimana promosi wisata dan budaya dapat terlaksana dengan baik.

Namun lanjutnya, Masyarakat Peduli Seni dan Budaya (MPSB) Kota Payakumbuh berhasil mengajukan proposal yang dapat memenuhi permintaan Pemprov Sumbar. Mereka konsep acara tersebut sedemikian rupa dengan menghadirkan pelaku seni Gamaik se-Sumatra Barat, pelaku seni tradisi se-Luak Limopuluah dan pelaku kuliner tradisional minang dari 10 nagari di Payakumbuh.

Sementera itu Ketua MPSB, Afrizal didampingi Ketua Pelaksana Deni Rianto alias Deni Rao didampingi Sekretaris Muhammad Farhan saat diwawancarai mengatakan, acara tersebut dikonsep agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di mana konsep pasar ekonomi kreatif itu adalah bagaimana mempromosikan kuliner tradisi dan kesenian tradisi Minangkabau di tengah pandemi Covid-19.

“Tetap bisa menampilkan hiburan masyarakat seperti seni gamaik yang penampilnya langsung didatangkan perwakilan kelompok seni se-Sumatra Barat. Ada lagi pertunjukan saluang, randai dan tari-tarian minang ditambah dengan disediakan booth makanan tradisional terdiri dari 10 kenagarian di Kota Payakumbuh. Seluruh kuliner yang disediakan gratis bagi pengunjung,” kata Deni Rao.

Disebutkannya, run down acara pasar Ekraf tersebut pada Senin, Selasa dan Rabu akan tampil penampilan seni gamaik, sementara itu di hari Kamis acara libur. Di hari Jumat tampil seni tradisi. Kemudian panitia menyiapkan kembali pada akhir pekannya di hari Sabtu dan Minggu untuk gelaran produk makanan dan kuliner tradisional dengan diselingi hiburan seni tradisi yang ada di Luak Limopuluah. Sedangkan protokol kesehatan ketat yang diberlakukan membatasi jumlah pengunjung yang hadir saat pelaksanaan acara, mengacu kepada Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

Untuk itu, panitia menyediakan formulir online bagi pengunjung bila ingin hadir ke lokasi acara. Pengunjung wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Di lokasi acara panitia sendiri telah mengatur tempat duduk pengunjung, menyediakan alat pengukur suhu dan tempat mencuci tangan.

Salahsatu pengunjung iven, Zul saat dimintai keterangannya menyebut sangat senang bila iven musikal minang dapat digelar di Payakumbuh. Menurutnya, kejenuhan masyarakat untuk berekreasi dapat disiasati dengan hadir ataupun menonton secara daring acara tersebut. Ditambah pelaku seni yang tampil juga dapat menampilkan promosi grup ataupun komunitas mereka.

“Melalui iven ini kita jadi tahu, kalau pelaku seni musik dan budaya di Minangkabau banyak, cuma tak semua dapat difasilitasi, semoga dengan iven ini masyarakat jadi lebih mengenal seni budaya minang sehingga eksistensinya dapat kita jaga dan kita lestarikan,” kata Zul. (dst)

Next Post

Wawako Erwin Yunaz Blak-Blakan Pengalaman Berwirausaha di Radio Safasindo

Kam Nov 19 , 2020
PAYAKUMBUH, KP – Menjadi sosok panutan oleh generasi muda masa kini, Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz didaulat menjadi narasumber dalam program belajar bersama SMA N 1 Payakumbuh dan Safasindo di Studio Radio Safasindo, Rabu (18/11) sore pukul 16.00. Orang nomor dua di Kota Payakumbuh itu membicarakan hal-hal terkait Tema Kewirausahaan dengan […]