PASCA KECELAKAAN MOBIL DI PERLINTASAN REL DESA CIMPARUH, Kepala Divre II PT KAI Sumbar Minta Pemerintah Lengkapi Rambu-Rambu

PARIAMAN, KP – Pasca terjadinya kecelakaan antara mobil dengan kereta api di perlintasan rel kereta api Desa Cimparuh, Kecamatan Pariaman Tengah, Sabtu (7/11) lalu. Pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divisi Regional II Sumatra Barat terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Pariaman.

Sebelumnya, Manager Pengamanan PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat (Sumbar), Jefri dan jajarannya meninjau langsung lokasi kecelakaan tersebut sehari sesudah kejadian. Dalam hal ini, Kepala PT KAI Divre II Sumbar, Insan Kusuma langsung melakukan koordinasi dengan Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Yanrileza di Balaikota Pariaman, Kamis (12/11).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala PT KAI Divre II Sumbar Insan Kusuma meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat Kota Pariaman atas kejadian yang terjadi beberapa hari lalu. “Karena ada kesalahan teknis dari kereta api kami, sehingga terjadilah kecelakaan di rel kereta api cimparuh yang menabrak satu unit mobil,” ujarnya.

Insan Kusuma memohon bantuan pihak Pemko Pariaman untuk melengkapi rambu-rambu jalan guna meminimalisir kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api Kota Pariaman. Di samping itu Insan juga meminta pihak pemko memasang jalan kejut atau polisi tidur di sekitar jalan perlintasan rel kereta api. Agar kendaraan yang akan melintas berhenti dahulu sebelum melintasi rel. Insan berharap, tidak ada lagi kecelakaan yang terjadi jika rambu-rambunya dilengkapi.

Senada dengan itu, Plt Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan, PT KAI Divre II Sumbar melakukan koordinasi dengan Pemko Pariaman ingin menyampaikan bahwa jalan yang dilewati kereta api khususnya di Desa Cimparuah adalah jalan rawan. Dan menginginkan pemerintah melakukan pemalangan agar tidak terjadi kecelakaan lagi.

“PT KAI Divre II Sumbar juga memberikan kesempatan dan peluang kepada Pemko Pariaman untuk mencari alternatif lain kalau kiranya pemerintah ada kemungkinan untuk membuat rambu-rambu atau perluasan jalan serta hambatan-hambatan yang mengganggu jarak pandang karena kondisi jalan berbelok,” sebutnya.

Lebih lanjut Mardison menambahkan, daripada jalan tersebut ditutup karena akses di sana adalah jalan umum dan sangat membantu perekonomian masyarakat dan rumah penduduk yang banyak. Maka pihaknya mengambil keputusan untuk memperlebar jalan di kawasan tersebut. Di samping itu juga akan dibuat jalan kolektor menuju arah Desa Kampung Baru hingga ke Kelurahan Lohong, sehingga jalan akan lebih lebar.

Diharapkannya, kebijakan tersebut dapat menekan angka kecelakaan kereta api karena jalannya sudah memungkinkan untuk dilewati sebagai persyaratan jalan perlintasan kereta api. Di samping itu Mardison mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada saat melintasi rel kereta api. Sebelum melintas tolong berhenti dulu lihat kiri kanan serta patuhi rambu-rambu yang telah dipasang pemerintah melalui Dinas Perhubungan Kota Pariaman.

Kemudian kepada PT KAI, pihaknya berharap saling berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait rute, jam dan perubahan jadwal keberangkatan maupun kepulangan kereta api. “Diharapkan dengan saling koordinasi dan komunikasi antara PT KAI dengan pemerintah, ke depan tidak ada lagi terjadi hal serupa,” tutupnya mengakhiri.

Next Post

Padi Diserang Hama Hingga Gagal Panen, Belasan Petani Adukan Nasibnya ke DPRD

Jum Nov 13 , 2020
PARIAMAN, KP – Belasan petani di Kota Pariaman, mengadukan nasib […]