Pekerjaan Dam Jalan Kelok Cindua Bukittinggi Alami Keterlambatan

BUKITTINGGI, KP – Pekerjaan Dam Jalan Binuang atau Kelok Cindua (Jalan menuju dasar Ngarai Sianok-red) oleh PT. MR mengalami keterlambatan. Atas keterlambatan tersebut, PT Mr diberi kesempatan sesuai aturan untuk menyiapkannya, dengan konsekuensi kena denda 1 permil atau sebesar Rp 3,5 juta lebih perhari dari nilai kontrak Rp 3,9 miliar.
Kabid Jalan Jembatan dan Irigasi, Donny Boy D Faran didampingi Kepala PU-PR Kota Bukittinggi Rahmat AE, Kepada KORAN PADANG, Kamis (19/11) menyebutkan, Dam Jalan Binuang (Kelok Cindua) merupakan pekerjaan yang harus dikerjakan hingga selesai dan tidak boleh ter henti. Sebab jalan itu merupakan satu-satunya akses meunju dasar ngarai sianok. Dan jalan tersebut didam karena sudah beberapa kali amblas tergerus hujan dan nyaris memutus akses ke dasar Ngarai Sianok.
Maka pada tahun anggaran 2020 lanjutnya, dianggarkan untuk pembangunan Dam Jalan Binuang tersebut dengan anggaran terkontrak sebesar Rp 3,9 Miliar lebih dan dikerjakan PT MR selaku pemenang tender. Pembangunan tersebut dijadwalkan siap selama 4 bulan atau dalam kontrak berakhir pada 2 November 2020.
“Dalam pelaksanannya mulai terlihat, namun pada akhir kontrak itu bobot pekerjaannya baru sekitar 60 persen. Dan yang sangat menguntungkan kita untuk pekerjaan utamanya selesai. Di samping itu sebelumnya kita juga telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) satu dan dua sebelum kontrak berakhir pada 2 November 2020,” sebutnya.
Menurut Donny, keterlambatan itu terjadi selain adanya kendala di lapangan juga kelalaian dari pihak kontraktor. Di dalam keterlambatan pekerjaan itu, pihak kontraktor PT MR bersedia melanjutkan pekerjaan Dam Kelok Cindua dengan konsekuensi sesuai aturan kepada pihak PT MR dikenakan denda 1 permil per hari dari nilai kontrak dan itu disanggupi pihak PT.MR.
“Pihak PT MR bersedia melanjutkan pekerjaannya hingga selesai dengan konsekuensi membayar denda 1 permil dari nilai proyek atau sekitar Rp 3,5 juta lebih perhari, maka kepada PT MR diberi perpanjangan waktu maksimal sesuai aturan selama 50 hari,” ungkap Donny.
Sementara itu Kadis PU-PR Bukittinggi, Rahmat AE mengatakan, dengan adanya perpanjangan waktu, tentu diharapkan kepada pihak PT MR untuk betul-betul maksimal dalam pekerjaannya, sehingga pekerjaan Dam Kelok Cindua bisa selasai menjelang akhir tahun ini,” harap Rahmat AE. (eds)

Next Post

Hari Pertama Pelaksanaan Belajar Tatap Muka di Bukittinggi Berjalan Aman dan Lancar

Kam Nov 19 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka yang dimulai Kamis […]