Pemerintah Rekrut 1 Juta Guru PPPK, Honorer Berhak Mendaftar

JAKARTA, KP – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membuka kesempatan bagi para guru honorer, termasuk guru-guru eks Tenaga Honorer Kategori (THK)-II serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang saat ini tidak mengajar untuk mendaftar dan mengikuti ujian seleksi menjadi guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kebijakan tersebut mulai berlaku pada tahun 2021 mendatang.

Kabar tersebut disampaikan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda melalui akun Instagram @SyaifulHooda, Senin (16/11). “Seleksi Guru Honorer Menjadi Pegawai P3K, bapak/ibu seluruh steakholder pendidikan yang berprofesi sebagai guru honorer untuk secepatnya koordinasi dengan pihak sekolah masing-masing dan dinas pendidikan daerahmasing-masing,” tulisnya.

Huda menyebut pemerintah akan mulai membuka pendaftaran pada 2021 dan pendaftaran akan terus dibuka pada tahun-tahun selanjutnya hingga jumlah guru PPPK di sekolah mencapai 1 juta guru. Pemerintah, katanya, juga berkomitmen menyediakan dana untuk semua guru yang lulus ujian seleksi. APBN 2021telah menyediakan dana melalui data transfer umum untuk gaji PPPK. Sementara besaran tunjangan guru PPPK dibayarkan sesuai kemampuan keuangan daerah.

Hingga saat ini, pemerintah daerah baru mengajukan sekitar 200.000 formasi guru PPPK. Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk segera menelaah kebutuhan guru secara komprehensif bersama dengan Kemendikbud. Pemerintah daerah dapat mengajukan lebih banyak formasi guru PPPK sesuai kebutuhan kepada KemenPAN-RB sampai 31 Desember 2020.

MENDIKBUD PRIORITASKAN GURU HONORER MENJADI PPPK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memastikan tes seleksi secara online bagi guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan dibuka tahun depan. Kemendikbud juga akan menyediakan materi pembelajaran untuk tes agar kelulusan guru honorer semakin besar.

Nadiem mengatakan, Kemendikbud ingin memastikan bahwa semua guru honorer yang telah sekian lama mengabdi menjadi pendidik diseluruh penjuru negeri harus mendapat kesejahteraan yang layak. Oleh karena itu, kata Nadiem, tahun depan Kemendikbud akan melakukan seleksi secara serentak agar seluruh guru honorer bisa mengikuti tes online untuk membuktikan kelayakan mereka menjadi PPPK.

“Di tahun 2021 kami akan melakukan seleksi massal dengan infrastruktur TIK kita. Kami akan bisa menjamin bahwa semua guru honorer di seluruh Indonesia bisa mendapatkesempatan untuk ikut tes PPPK. Ini juga suatu hari yang gembira bagi kami karena pertama kali mengumumkan rencana kita untuk membantu memastikan guru honorer se-Indonesia yang sudah berjasa tapi juga memiliki kompetensi minimum yang layak bisa menjadi PPPK dan mendapatkan kesejahteraan layak,” katanya pada Raker Komisi X DPR dengan Mendikbud melalui siaran streaming Youtube DPR, Senin (16/11).

Nadiem mengatakan, kepastian pembukaan tes PPPK ini adalah untuk menjawab keraguan perekrutan guru honorer menjadi PPPK seperti isu tidak cukup formasi di pemerintah pusat, tidak cukup kapasitas ataupun isu tentang ketidakcukupan anggaran di tahun 2021. Nadiem juga menekankan, bukan hanya guru honorer dijamin bisa ikut melalui tes seleksi ini. Namun, katanya, mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk bisa mengulang sampai tiga kali ikut tes di tahun 2021 ataupun mengulang di tahun berikutnya sehingga memperbesar peluang kelulusan mereka dalam tes seleksi ini.

Selain itu, jelasnya, Kemendikbud melalui Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan juga akan mempersiapkan materi pembelajaran mandiri sebagai persiapan tes yang bisa diakses online secara gratis. “Bukan hanya itu dari GTK akan dipersiapkan juga materi pembelajaran mandiri secara online bagi teman-teman guru untuk bisa menguasai. Dan kemungkinan mereka untuk lulus tes akan meningkat kalau mereka mengikuti pembelajaran online tersebut,” ungkapnya.

Alumnus Harvard Business School ini menuturkan, diberikan kesempatan ikut tes sampai 3 kali ini juga adalah untuk memberikan kesempatan yang demokratis bagi seluruh guru honorer se Indonesia untuk menjadi PPPK. Selain itu, katanya, jika lulus tes seleksi maka guru honorer akan langsung diangkat menjadi guru PPPK dan anggaran yang lulus seleksi akan dijamin oleh pemerintah pusat.

“Jadinya yang lulus seleksi, yang lulus tes tersebut gajinya akan dianggarkan di tahun 2021 dan seterusnya di tahun 2022. Jadinya pada saat ini kami bisa dan sudah mempersiapkan sampai dengan mencapai sampai dengan 1 juta guru jika lulus seleksi. Tapi harus lulus seleksi,” tuturnya.

Nadiem memastikan tes seleksi ini dilakukan karena Kemendikbud ingin menjaring guru honorer yang memiliki standar kompetensi yang baik untuk memberi pengajaran yang baik bagi peserta didik.

KAJI USULAN SEKOLAH TATAP MUKA DIBUKA KEMBALI

Di sisi lain, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pihaknya saat ini sedang mengkaji terkait kemungkinan dibukanya kembali sekolah melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Nadiem menjelaskan hal tersebut dilakukan karena terdapat usulan dibukanya kembali sekolah melakukan pembelajaran tatap muka dibuka menindak lanjuti adanya siswa yang kesulitan melaksanakan pembelajaran secara daring.

“Untuk sekolah tatap muka sedang kami kaji. Mohon ditunggu. Kami akan analisa dan mengkaji lagi SKB 4 Menteri dan bagaimana kita bisa membantu anak-anak kita yang sulit PJJ untuk masuk sekolah,” ujar Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI.

Nadiem mengatakan pihaknya memang berusaha agar sekolah tatap muka dapat dilaksanakan kembali. Namun, diperlukan analisa lebih lanjut agar pelaksanaannya berjalan aman. Untuk itu, ia meminta agar semua pihak sabar menunggu hasil dari kajian yang dilakukannya terkait usulan pelaksanaan sekolah tatap muka.

“Prioritas kami mengembalikan anak sekolah tatap muka tapi seaman mungkin. Mohon ditunggu. Nanti pasti ada kebijakannya,” kata Nadiem. (ozc/snc)

Next Post

Kemenparekraf Dorong Pemuda Membuat Film yang Mengangkat Budaya Lokal

Sel Nov 17 , 2020
PARIAMAN, KP – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan […]