Pemkab Pasaman MoU Riset Pengembangan Ikan Unggul dengan BRPI Subang

LUBUKSIKAPING, KP – Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Perikanan Pasaman melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) riset pengembangan ikan unggul antara Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) dengan Dinas Perikanan di daerah itu, di kediaman Bupati Pasaman, Rabu (11/11).

Turut hadir dalam kesempatan itu Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, Ketua Tim Balai Riset dan Pemuliaan Ikan (Balai Riset Sumber Daya Manusia) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Suharyanto, Peneliti Ahli Madya (Peneliti) Didik Ariyanto, Peneliti Ahli Pertama (Peneliti) Flandrianto Sih Palimirmo, Litkayasa Lanjutan (Teknisi) Listio Dharmawantho, teknisi Kusnadi. Selain itu turut hadir Staf Ahli Bupati Yuspi, Kepala Dinas Perikanan M. Dwi Richie dan jajaran lainnya. 

Kepala Dinas Perikanan Pasaman, M Dwi Richie mengatakan, penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) riset pengembangan ikan unggul antara BRPI dengan Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman itu merupakan tindak lanjut uji coba pengembangan ikan mas hibrida unggul di Balai Benih Ikan (BBI) Lundar. 

Di mana kata Richie, pada Agustus lalu, pihaknya bersama pihak BRPI telah melakukan uji coba mengembangkan ikan mas hibrida unggul antara strain Majalaya dengan Sutisna di Balai Benih Ikan (BBI), Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti. “Waktu itu BRPI menyerahkan benih ikan mas unggul kepada UPT Balai Benih Ikan (BBI) Lundar sebanyak 5000 benih. Dari 5000 benih ikan mas itu, 2500 ekor merupakan benih ikan mas hibrida dan 2500 ekor lagi ikan mustika sebagai pembanding,” terangnya.

Dikatakannya, benih ikan dari BRPI Subang yang dikembangkan di UPT BBI Lundar itu dalam rangka uji coba strain baru ikan mas Hibrida dengan pembanding ikan mas Mustika. “Khusus di Sumbar, hanya daerah Pasaman yang mendapatkan bantuan benih unggul ini. Hal ini karena Pasaman merupakan penghasil ikan mas terbesar di Sumatra Barat,” ungkapnya.

Lanjutnya, uji coba ikan mas hibrida dan ikan mustika sebanyak 5.000 ekor itu merupakan tahap awal untuk riset pengembangan di Pasaman berbasis produk ikan mas hibrida unggul di daerah itu nantinya. “Dengan hadirnya ikan mas hibrida unggul hasil pemuliaan di daerah ini, ke depan mampu berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ikan mas hibrida di masyarakat. Dengan mempersingkat waktu pemeliharaan budidaya ikan mas hibrida dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi seiring bertambahnya income yang didapatkan,” sebutnya.

Ia menuturkan, uji coba strain baru ikan mas Hibrida di UPT BBI Lundar itu juga diawasi BRPI Subang. Di samping itu, ikan mas hibrida juga memiliki banyak keunggulan dibanding ikan mas lainnya, seperti taha terhadap penyakit, gesit dan pertumbuhannya cepat dibanding ikan mas jenis mustika. “Kita berharap uji coba strain baru ikan mas hibrida dapat berlanjut di masa akan datang. Sehingga UPT BBI Lundar sebagai penyedia benih unggul dan kaji terap teknologi dapat menyediakan benih unggul ke seluruh UPR dan POKDAKAN di daerah ini, serta berdampak pada peningkatan produksi budidaya ikan mas unggul secara nasional. Sehingga ke depan, petani kita semakin jaya dan sejahtera,” tutup Richie.

Sementara Ketua Tim Balai Riset dan Pemuliaan Ikan (Balai Riset Sumber Daya Manusia) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Suharyanto menyampaikan, BRPI sangat menyambut baik adanya kerjasama karena dapat memberikan dampak positif sangat menguntungkan kedua pihak.  Di mana BRPI sebagai penghasil varietas ikan unggul akan terbantu dalam penyebaran hasil pemuliaan yang telah dihasilkan. Sedangkan BBI Lundar Pasaman sebagai penerima calon induk unggul dapat memenuhi kebutuhan calon induk bagi pembenih di Pasaman.

Melalui kerjasama tersebut, BRPI akan menyediakan calon induk GPS (grand parent stock) yang nantinya akan digunakan UPTD BBI Lundar Kabupaten Pasaman untuk memperbanyak induk PS (parent stock). Sehingga benih dapat disebarluaskan kepada umum dengan tujuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Sedangkan Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis mengatakan, Pasaman merupakan salah satu kabupaten di Sumatra Barat yang memiliki potensi perikanan budidaya, khususnya budidaya air tawar dengan lahan budidaya seluas 4.450 hektare. Dengan produksi 51.827,52 ton dan bisa dikatakan itu merupakan lahan budidaya perikanan air tawar terluas untuk Kabupaten/Kota di Sumbar. 

Dikatakannya, usaha perikanan budidaya merupakan usaha yang sudah cukup lama digeluti masyarakat sebagai salah satu mata pencarian dan telah dilakukan secara turun temurun khususnya di kecamatan yang menjadi daerah minapolitan, yaitu Kecamatan Rao dan Rao Selatan. Berdasarkan data statistik perikanan, jumlah pembudidaya di dua kecamatan tersebut sebanyak 9.050 orang.

Yusuf Lubis menerangkan, untuk menunjang usaha budidaya dan peningkatan produksi dibutuhkan benih ikan unggul dan untuk mendapatkan benih ikan yang unggul dibutuhkan indukan unggul. Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Perikanan telah menyalurkan beberapa bantuan induk ikan mas unggul ke para pembudidaya, di antaranya ikan mas mantap, marwana, jaya sakti dan mustika. Saat ini, jenis ikan yang banyak diminati pembudidaya adalah ikan mas mustika. “Ikan mas muatika ini dikembangkan di Balai Benih Ikan Rao dan Lundar, yang saat ini merupakan hasil kerjasama antara BRPI dan Pemkab Pasaman,” terangnya. 

Seiring perkembangan teknologi kata dia, BRPI Subang juga mengembangkan jenis ikan mas hibrida. Yang mana salah satu tempat untuk uji cobanya ditempatkan di BBI Lundar. Pihaknya berharap, uji coba yang didapatkan nantinya memperoleh hasil cukup baik, dan dapat dikembangkan di pasaman. Sehingga, dengan hadirnya ikan mas hibrida dapat memberikan manfaat cukup besar bagi peningkatan kesejahteraan pembudidaya dan pembenih di Kabupaten Pasaman. 

“Kami juga berharap penamaan ikan mas uji coba diberikan dengan nama spesifik atau mengambarkan ikan mas unggulan berasal dari pasaman. Semoga, kerjasama antara BRPI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Perikanan Pasaman ini juga dapat berlanjut melalui riset-riset di bidang perikanan,” harapnya. 

Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan, usai melakukan penandatanganan kerjasama, selanjutnya Tim BRPI dan Dinas Perikanan Pasaman langsung ke BBI Lundar menggelar panen ikan mas uji multi lokasi sebanyak 2.000 ekor ukuran 300-700 g/ekor. Tidak hanya itu, pihak BRPI Subang secara simbolis juga melakukan serah terima calon induk ikan mas mustika sebanyak 10.000 ekor ukuran 10-15 g/ekor kepada Dinas Perikanan. Di akhir acara, Tim BRPI juga melakukan kunjungan dan panen ikan mas mustika masyarakat di daerah itu. (nst)

Next Post

SUDAH TERPARKIR TIGA TAHUN, Satlantas Polres Pasaman Persilahkan Pemilik Ambil BB Ranmor yang Disita

Kam Nov 12 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Satuan Lalu Iintas (Satlantas) Polres Kabupaten Pasaman […]