Pemko Bukittinggi Gelar Sosialisasi Peran Hotel dan Restoran dalam Pencegahan Covid-19

BUKITTINGGI, KP – Dalam rangka menjaga kestabilan dampak Covid-19 dan sebagai upaya pengendalian situasi new normal pada sektor kepariwisataan. Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi menggelar sosialisasi tentang peran hotel dan restoran dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Acara itu dibuka secara resmi oleh Pjs.Walikota Bukittinggi Zaenuddin, Rabu (18/11).

Sosialiasi yang dilaksanakan secara virtual tersebut diikuti ketua beserta pengurus DPC PHRI Kota Bukittingi, manajer hotel dan restoran di Kota Bukittinggi. Dengan menghadirkan narasumber Kepala laboratorium pusat diagnostik riset penyakit infeksi Fakutas Kedokteran Universtas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Penanggu langan Penyakit DKK Bukittinggi Dr. Salvi Riani yang dimoderatori oleh Kepala Dinas Parpora Bukittinggi, Supadria.

Pjs Walikota Bukittinggi, Zaenuddin dalam sambutannya mengatakan, pengendalian Covid-19 bukan hanya menjadi pekerjaan pemerintah saja, namun menjadi tanggungjawab bersama. Bukittinggi sebagai daerah tujuan wisata dituntut untuk adanya keseimbangan di mana ada kegiatan ekonomi, tetapi tetap mengendalikan Covid-19.

“Dalam era adaptasi kebiasaan baru, berbagai sektor telah menyusun dan menerapkan protokol kesehatan sesuai kondisi pandemi Covid-19. Begitupun halnya dengan sektor kepariwisataan, pengendalian Covid-19 ini tanggung jawab bersama. Bukittinggi yang merupakan daerah tujuan wisata dituntut adanya keseimbangan di mana kegiatan ekonomi tetap ada dan sekaligus pengendalian Covid-19 tetap berjalan. Kepada manajemen hotel dan restoran wajib menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu tubuh, menyediakan fasiltas cuci tangan, hand sanitizer dan mengatur jarak aman,” sebutnya.

Selanjutnya Zaenuddin mengharapkan, sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman pihak terkait usaha hotel dan restoran dalam mengimplementasikan protokol kesehatan.

Sementara itu Dr. Andani selaku narasumber mengatakan, Covid-19 jangan dianggap enteng karena hingga saat ini masih belum berakhir. Semua punya resiko untuk positif. Untuk itu diperlukan komitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan baik di hotel maupun di restoran, agar adanya jaminan keamanan untuk orang yang akan datang dan dengan prinsip bagaimana transaksi ekonomi tetap berjalan walau di masa pandemi.

“Semua karyawan baik hotel maupun restoran untuk dilakukan swab, dengan cara itu hotel dan restoran akan dikunjungi orang karena adanya jaminan dan kita akan periksa semua karyawannya dengan gratis. Pengendalian Covid-19 ini adalah tugas kita bersama, bukan kerja walikota atau labor saja. Bagaimana pandemi dan ekonomi tetap jalan dengan strategi adaptif Covid-19, dengan syarat ikuti protokol Covid-19 dan lakukan pemeriksaan secara berkala,” ujarnya.

Sedangkan Dr. Salvi dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi juga mejelaskan tentang prosedur pelaksanaan tes swab. Dikatakannya, kemampuan Dinas Kesehatan untuk melakukan swab perharinya mencapai 200 orang dengan layanan 3 kali seminggu. Tetapi apabila pelaku pariwisata di Bukittinggi menginginkan jadwal tersendiri, nantinya juga akan dilayani.

“Untuk tes swab diharapkan muncul dari kesadaran sendiri, karena kita inginkan adanya jaminan kehadiran dari nama yang dikirim untuk hadir oleh perusahaan, karena sesuai pengalaman jumlah nama yang masuk tidak sesuai dengan yang hadir. Mari kita bersama-sama berkomitmen dalam pengendlian Covid-19, tetap laksanakan protokol kesehatan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru agar tetap sehat dan aman di masa Pandemi Covid-19,” tukasnya. (eds)

Next Post

Tagana Masuk Sekolah Hadir di SDN 07 Belakang Balok Bukittinggi

Jum Nov 20 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Dinas Sosial Provinsi Sumatra barat bekerjasama dengan […]