Pendiri UPI-YPTKH. Herman Nawas Wafat

PADANG, KP – Pendiri Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang H. Herman Nawas meninggal duniadi kediamannya di Gurun Laweh, Kota Padang, Sabtu (31/10) sekitar pukul 19.17 WIB. Kepergian sosok philantropis yang dikenal dermawan dan berjiwa sosial tinggi ini diduga akibat serangan jantung.

“Almarhum tidak ada sakit apapun sebelum meninggal. Beliau meninggal mendadak saat di rumah. Mungkin serangan jantung. Sempat Salat Maghrib dulu, selepas itu pusing dan tidak sadarkan diri di rumah,” sebut Humas UPI YPTK M. Reza Putra.

Disebutkan Reza, almarhum Herman Nawas disalatkan di Masjid Rahmatan Lil Alamin UPI YPTK setelah Salat Zhuhur, Minggu (1/11). Kemudian dimakamkan di pemakaman umum Batuloyo, Gurun Laweh, Kota Padang.

Almarhum dan istri awalnya mendirikanYayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang pada 1985.Berdasarkan situs resmi UPI YPTK https://upiyptk.ac.id/, YPTK Padang mengembangkan diri menjadi Universitas Putra Indonesia ‘YPTK’ Padangdengan SK Mendiknas RINomor 29/D/0/2001.

Almarhum juga aktif di Emotional Spritual Quotient (ESQ). Ia pernah menjabat Ketua DPW Forum Komunikasi Alumni ESQ Sumbar. Selain itu, Herman Nawas juga dikenal sebagai muzaki yang rutin menyalurkan dana zakatnya melalui Baznas Kota Padang. Bekerjasama dengan Baznas, Herman Nawas juga telah menyerahkan sebidang tanah berlokasi di Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) untuk lokasi pembangunan Pusat Studi Alquran (PSA) Padang.

Ratusan orang melepas jenazah Herman Nawas di peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Batu Loyo, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu (1/11). Ratusan pelayat itu di antaranya merupakan para kolega, masyarakat hingga mahasiswa almarhum.

Sebelumnya, jenazah pendiri Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang ini disalatkan di Masjid Rahmatan Lil Alamin yang berada di kawasan kampus UPI.

Usai pemakaman, anak almarhum tampak pingsan. Tangisnya pecah atas kepergian sang ayah untuk selama-lamanya.Rasa duka yang mendalam juga sama dirasakan segenap civitas akademik UPI YPTK Padang atas kepergian almarhum. Menurut Rektor UPI YPTK Padang, Sarjon Defit, sosok almarhum Herman Nawas sangat menjadi seorang panutan dan motivator.

“Bapak almarhum Herman Nawas ini adalah sosok yang kami jadikan panutan, motivator dan orang tua. Di mana kami dosen dan karyawan dianggap sebagai anak beliau,” kata Sarjon kepada langgam.id di lokasi pemakaman.

Dikatakannya, banyak jasa serta kebaikan almarhum yang telah diberikan kepada semua dosen dan karyawan di UPI YPTK Padang. Mulai kebaikan dan jasa untuk pengembangan diri bagi dosen dan karyawan hingga pengembangan kampus.

“Kami mendoakan mudah-mudahan semua kebaikan almarhum menjadi amal ibadah yang tidak putus diterima Allah SWT dan dilapangkan kuburnya serta ditempatkan di sisi Allah SWT bersama Nabi Muhammad Saw dan orang saleh lainnya,” ujarnya dilansir Langgam.id.

Sarjon mengungkapkan, almarhum sepekan terkahir tampak sehat dan masih beraktivitas. Bahkan selalu salat berjamaah di Masjid Masjid Rahmatan Lil Alamin UPI YPTK Padang.

“Hanya saja beberapa hari ini tidak datang ke masjid untuk melangsungkan salat lima waktu. Itu juga membuat kebahagiaan almarhum, tiga tahun terkahir beliau nyaman di masjid bersama sahabat almarhum untuk menunaikan salat lima waktu,” tuturnya. (lgm)

Next Post

Sosialisasikan Perda AKB, Pokdar Kamtibmas Bukittinggi Bagi-bagi Masker

Ming Nov 1 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 di Kota […]