PERHELATAN MTQ NASIONAL KE -28, Boby Rustam Harapkan Pemerintah Melibatkan UMKM Kecil

PADANG,KP – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 yang digelar di Sumbar tidak berdampak kepada UMKM yang ada di Kota Padang.

Yusnidar (52) pemilik usaha Randang Yoiko yang berdomisili di Pampangan Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Padang. Menurutnya panitia MTQ tidak melibatkan UMKM kecil seperti dirinya.

“Kami dari UMKM PRT yang dibina langsung Dinas Kesehatan Kota Padang serasa dianaktirikan dalam perhelatan MTQ Nasional ini. Panitia hanya melibatkan enam perusahaan catering besar dalam mengisi kebutuhan peserta MTQ Nasional ini,” ucapnya Senin(16/11).

Lebih lanjutYusnidarmempertanyakan tentang 5 ton randang yang telah disiapkan Pemprov Sumbar untuk dibagikan kepada seluruh peserta, juri dan undangan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

“Kepada siapa pemerintah memesan randang tersebut. Jujur, kami sangat berharap terlibat dalam pembuatan randang sebanyak 5 ton saat pandemi seperti sekarang ini. Dari segi kemasan, tampilan kami sudah cukup menarik dan higeinis,” tambahnya.

Menyikapi hal ini, anggota DPRD Kota Padang, Boby Rustam yang menerima kedatangan dari salah seorang anggota UMKM tersebutmenyesalkan kenapa UMKM kecil yang ada di Kota Padang tidak dilibatkan dalam ajang MTQ Nasional ini.

“Seharusnya Pemko Padang melibatkan UMKM kecil yang ada di Kota Padang dalam ajang MTQ ini. Kemana lagi mereka akan mengadu disaat pandemi Covid seperti sekarang ini, dari segi kemasan sudah sangat baik,” jelasnya.

Boby Rustam menyasalkan juga jika benar jika hanya enam perusahaan besar saja yang dilibatkan seperti laporan dari salah seorang angota UMKM ini.

“Jika laporan ini benar, sungguh sangat disesalkan. Apalagi UMKM ini berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Padang. Kedepan saya meminta pemerintah melibatkan UMKM ketika ada iven-iven dari pemerintah,” pungkasnya.

Yoiko memproduksi randang dari berbagai olahan seperti randang lokan, randang daging sapi, randang paru. Dalam pemasaran, pada saat pademi seperti ini Yusnidar bisa menjual Rendang Yoiko hanya 10 kg setiap bulan.

“Pademi ini, kami UMKM sangat terdampak. Sebelum pandemi, randang Yoiko terjual 30 kg/bulan, tetapi pada saat pandemi kami hanya bisa menjual 10 kg/bulan. Untuk pemesanan, Randang Yoiko dapat dapat di hubungi melalui 082116595968,” tutup Yusnidar. (bim)

Next Post

MASIH DILANDA PANDEMI, DPRD Pertanyakan Langkah Pemko Capai Target Pendapatan Daerah

Sen Nov 16 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Enam Fraksi di DPRD Bukittinggi memberikan pemandangan umum terhadap Rancangan APBD Kota Bukittinggi tahun 2021. Pandangan umum itu, disampaikan dalam rapat pari purna, di Gedung DPRD Bukittinggi, Senin (16/11) dibuka Wakil Ketua DPRD Nur Hasra. Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya,Shabirin Rachmatmengapresiasi langkah Pemko Bukittinggi dalam mengalokasikan belanja […]