Pessel Butuh BanyakJembatan Tani

SUDAH tak terhitungkan lagi petani di Pesisir Selatan tewas ditelan sungai yang membentang di kawasan kabupaten itu. Petani setempat rata-rata punya ladang, kebun,dan persawahan di seberang sungai yang bermuara ke Samudera Indonesia, mulai dari kawasan Tarusan sampai Lunang Silaut.

Rutinitas petani setempat bekerja di ladang mereka di seberang sungai itu sudah berlangsung turun temurun. Tentu, merekasudah terbiasa menyeberang sungai yang membelah perkampungan mereka.

Namun sewaktu-waktu cuaca tak menguntungkan. Saat hujan di hulu, adakalanya mereka memberanikan diri juga menyeberang. Ternyataair tiba-tiba meluap. Disinilah munculnya musibah, seperti tragedi Sungai Lubukbetung Indrapura yang menimpa lima wanita petani setempat seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Sabtu (28/9). Dalam peristiwa itu empat diantaranya tewas dan satu orang hilang.

Kegigihan petani di Pessel, lelaki ataupun wanita berkebun di seberang sungai merupakan rutinitas sejak lama. Mereka adalah orang-orang tangguh. Bertanimerupakan kerja utama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kitapantas mengapresiasi kegigihan mereka, terutama petani wanita dalam berusaha menghidupi dirinya sekeluarga dari waktu ke waktu.

Kegigihan petani di Pesisisr Selatan sangat berarti bagi daerah setempat. Sejak lama daerah ini surplus beras. Bahkan, semangka Pessel juga sangat ternama. Sawit juga sudah mensejahterakan warga setempat. Namun demikian, musibah berupa warga yang tewas karena menyeberang sungai tampaknya belum begitu jadi perhatian banyak pihak untuk mengatasinya.

Sudah saatnya secara bertahap PemkabPessel memprioritaskan membangun jembatan penyeberangan di tiap nagari yang punya sungai membelah perkampungan. Semoga saja dengan membangun jembatan itu tak terjadi lagi musibah menimpa warga setempat yang menyeberang sungai saat cuaca buruk.

Kita tentu tak mengharapkan sungai sering meluap di Pessel hingga menimbulkan korban sia-sia. Namun, musibah datang kapan saja dan kita harus siap dengan langkah pencegahannya. Meski biaya untuk membangun jembatan tak sedikit, namun korban yang tewas juga tidak ada yang menginginkannya. Untuk itu, keselamatan rakyat adalah nomor satu. Tragedi sungai yang menimpa manusia tentu tak boleh dibiarkan terjadi terus-menerus. Pemerintah punya tanggungjawab maksimal dalam menyelamatkan warganya, termasuk di Pessel. Pantas diprioritaskan membangun secara bertahap ‘jembatan tani’ sebagai akses bagi warga menuju ladang dan sawahnya yang berada di seberang sungai. *

Next Post

Gedung Serbaguna HBT Padang Terbakar

Ming Nov 29 , 2020
PADANG, KP – Gedung serbaguna Himpunan Bersatu Teguh (HBT) yang berlokasi di Klenteng Pasar Tanah Kongsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, terbakar, Minggu siang (29/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Api mulanya membakar lantai tiga gedung itu hingga merembes ke aula yang biasa digunakan untuk latihan barongsai. Akibatnya, sejumlah peralatan olahraga […]