Peternak Diajak Asuransikan Ternak Lewat AUTSK

BATUSANGKAR, KP – Usaha peternakan memiliki berbagai resiko kematian di antaranya kecelakaan, bencana alam dan wabah penyakit yang bisa merugikan peternak. Untuk mengurangi resiko tersebut, pemerintah memberikan fasilitasi pengalihan resiko berupa asuransi pertanian.
Hal itu dikemukan Kepala Dinas Pertanian Tanahdatar, Yulfiardididampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Varia Warvis, di ruang kerjanya, Senin (23/11).
Menurut dia, sesuai Undang-Undang Nomor 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 40/2015 tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian maka diperlukan Asuransi Pertanian.
“Asuransi Pertanian merupakan pengalihan resiko yang dapat memberikan ganti rugi akibat kerugian usaha tani, sehingga keberlangsungan usaha tani dapat terjamin dan asuransi ternak ini termasuk dalam asuransi pertanian,“ jelas Yulfiardi.
Dikatakannya, Dinas Pertanian, Kamis (18/11) lalu, telah melaksanakan penyerahan klaim asuransi ternak secara simbolis untuk Tanahdatar di kantor Wali Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Tanjung Emas.
“Tanah Datar merupakan salah satu sentra peternakan di Sumatra Barat (Sumbar), sehingga asuransi ternak dinilai sangat melindungi peternak dari resiko kerugian,” katanya.
Saat ini tambahnya, pemerintah telah meluncurkanprogram Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTSK).
“Asuransi ini biaya yang sangat ringan, dan mampu memberi perlindungan terhadap usaha peternakan masyarakat yang mengalami kematian, potong paksa maupun pencurian,” jelasnya.
Untuk itu Yulfiardi mengajak masyarakat untuk ikut program asuransi ternak, karena program ini memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat khususnya peternak.
“Bagi yang berminat silakan menghubungi petugas pertanian kecamatan seperti Penyuluh Pertanian dan Petugas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat,” ungkapnya.
Sementara itu Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Varia Warvis menambahkan target AUTSK Kabupaten Tanahdatar tahun 2020 ini sebanyak 400 ekor dan realisasi sampai awal November 2020 sebanyak 512 ekor dengan rincian 494 sudah ada SK DPD (Daftar Peserta Definitif) dan 18 ekor masih dalam proses penerbitan polisnya.
Terkait premi asuransi untuk sapi sebesar 2 persen dari harga pertanggungan sebesar Rp10.000.000,-perekor, yaitu sebesar Rp.200.000,- per ekor per tahun.
“Besaran bantuan premi dari pemerintah sebesar 80 persen atau Rp160.000,- per ekor per tahun dan sisanya swadaya peternak sebesar 20 persen atauRp40.000,- per ekor per tahun, sangat membantu peternak,” terangnya.
Sementara klaim yang sudah dibayarkan oleh pihak Jasindo sampai November 2020 sebanyak 5 ekor.
“Klaim sapi yang mati 3 ekor milik peternak Hasnefi Kelompok Taruna Harapan Nagari Barulak Kecamatan Tanjung. Emas, Tomy Anugrah Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung dan Yastuti Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Emas dengan klaim masing-masing sebesar Rp. 10.000.000,- serta klaim sapi yang potong paksa 2 ekor, milik peternak Yos Abrar Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung dan Tomy Anugrah Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung dengan klaim masing-masing sebesarRp. 7.000.000,-,” pungkasnya. (nas)

Next Post

Ratusan ASN Kemenag Pasaman Ikuti Ujian Asesmen Kompetensi

Sen Nov 23 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Sebanyak 160 orang Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman mengikuti kegiatan asesmen kompetensi selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (21-22/11).Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Agama (Kemenag) itu, dilakukan di dua tempat yang berbeda yakni di Aula […]