PILPRES AMERIKA SERIKAT, Biden Menang, Trump Tuding Curang

WASHINGTON, KP – Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden memenangkan Pemilu Amerika 2020. Dia akan menjadi presiden AS ke-46. Total suara elektoral yang diraih Joe Biden melampaui 270 setelah dipastikan menang di Pennsylvania yang merupakan medan pertempuran penting. Kemenangan di sana mendorong Biden atas 270 suara elektoral yang diperlukan untuk duduk di Gedung Putih.

Dilansir Associated Press, Minggu (8/11), Joe Biden meraih 284 suara elektoral. Sedangkan Trump mendapatkan 214 suara. Joe Biden berhasil merebut Pennsylvania yang awalnya diungguli oleh Donald Trump. Suara elektoral Joe Biden diprediksi bertambah jika dia memenangkan negara bagian Nevada, Georgia, dan Arizona.

Joe Biden bakal menjadi salah satu presiden tertua di AS sepanjang sejarah. Sementara Kamala Harris juga mengukir sejarah sebagai wanita kulit berwarna pertama yang menjadi wakil presiden.Senator California itu juga orang pertama keturunan Asia Selatan yang terpilih menjadi wakil presiden AS. Dia menjadi wanita yang menduduki posisi tertinggi di pemerintahan setelah empat tahun Trump mengalahkan Hillary Clinton.

Trump adalah presiden petahana pertama yang kalah dalam pemilihan kembali sejak Partai Republik George HW Bush pada tahun 1992.

TRUMP BELUM MENGAKU KALAH, TUDING BIDEN CURANG

Donald Trump menolak untuk mengakui kemenangan saingannya, Joe Biden dalam pemilihan Presiden AS (Pilpres AS). Dia berjanji untuk melakukan penuntutan terhadap hasil Pilpres AS untuk memastikan ‘pemenang yang sah menjabat’.Kubu Donald Trump telah mengambil langkah hukum untuk meminta hitung ulang.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui kampanyenya, Trump menyatakan bahwa ‘Joe Biden terburu-buru untuk berpura-pura menjadi pemenang’,dengan bantuan ‘sekutu medianya’.

Trump bersikeras bahwa kemenangan Biden adalah penipuan, dan bahwa surat suara untuk Biden adalah ‘palsu, dibuat-buat, atau diberikan oleh pemilih yang tidak memenuhi syarat atau sudah meninggal’. Dia mengumumkan bahwa tim hukumnya akan menuntut kasus di pengadilanpada Senin (9/11).

“Suara hukum memutuskan siapa presiden, bukan berita media,” kata Trump.

Selain tuntutan hukum Trump, penghitungan ulang kemungkinan akan dilakukan di beberapa negara bagian. Kampanye Trump telah menyiratkan bahwa akan mendesak penghitungan ulang di Wisconsin, di mana Biden menang dengan lebih dari 20.000 suara. Sementara,Menteri Luar Negeri Negara Bagian Georgia, Brad Raffensperger, mengatakan bahwa akan ada penghitungan ulang di Georgia. Untuk diketahui, Biden saat ini memimpin Trump dengan sekitar 7.000 suara di Georgia.

Dalam konferensi pers di Philadelphia pada Sabtu (8/11), pengacara TrumpRudy Giulianimengaku telah mewawancarai saksi mata yang melihat penipuan terjadi di kota tersebut dalam beberapa hari terakhir. (cnn)

Next Post

Sedang Main HP, Bocah Dijambret

Ming Nov 8 , 2020
PADANG, KP – Sebuah aksi penjambretan di Kota Padangterekam kamera […]