Pulang Kampung ke Pasaman, Jendral Bintang Tiga Hibahkan Tanah 40 Hektare

LUBUKSIKAPING,KP-Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Letnah Jendral (Letjen) TNI Besar Harto Karyawanpulang kampung mengunjungi tanah kelahirannya di Lubuksikaping, Pasaman, Kamis (12/11). Kedatangannya ke Lubuksikaping merupakan kunjungannya ke tanah kelahirannya yang pertama kali setelah 57 tahun silam. Kedatangan Mayjen TNI Besar Harto disambut hangat Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, Kapolres, dan masyarakat sekitar.

“Sudah 57 tahun lebih saya tidak ke sini. Kedatangan saya untuk mengulang kembali kenangan masa kecil dulu yang masih melekat jelas dalam hati dan pikiran saya, dimana rumah tempat saya tinggal dulu, kamarnya, pekarangannya, dan kolam yang ada di depan rumah,” ucap jenderal itu kepada awak media.

Ia bahkan sempat menerka-nerka tempat ari-arinya dikubur oleh orang tuanya dulu. “Saya dilahirkan di sini tahun 1963, sekitar sini ini, kira-kira tempat dikuburnya ari-ari saat aku lahir. Nah, saat umur dua tahun aku dibawa orangtua pindah ke Talu karena orangtua laki-laki saya menjabat Danramil Talu,” tuturnya.

Dikisahkannya, di Talu ia tinggal di rumah yang adatangga kayunya. Menurutnya, pada malam hari di bawah rumahnya pernah ditungguiharimau kampung. “Kata orangtua dulu harimau kampung itu selalu menjaga kampung saat ada ancaman dari luar,” ujarnya.

Setelah satu tahun di Talu ia kembali dibawa orang tuanya ke Lubuksikaping sampai usia lima tahun. Masih lekat ingatan tentang tempat-tempat bermainnya waktu kecil dulu. Kemudian pada tahun 1967 ia dibawa orangtuanya pindah ke Solok.Beberapa lama di Solok, keluarganya pindah ke Medan. Sejak Namun ingatan akan tanah kelahirannya masih tertanam kuat di hati dan fikirannya.

Selain untuk mengunjungi kembali tanah kelahirannya, kepulangan Letjen TNI Besar Harto juga ingin mewakafkan tanah orangtuanya di Kabupaten Pasaman Barat seluas 40 hektare. Hal itu merupakan wasiat almarhum orangtuanya agar melihat tanah yang dulu pernah dimilikinya.

“Setelah kita lihat di Google Maps, teryata tanah itu sekarang sudah ditempati masyarakat dan pemerintah daerah,”ucapnya.

“Karena kondisinya sudah seperti itu, saya menyampaikan kepada ibu saya dan beliau mengikhlaskan tanah tersebut. Tentunya sayapun merasa mempunyai tanggung jawab untuk memberikan kepastian hukum bagi yang telah menempati tanah tersebut agar kelak tidak timbul masalah. Saya berharap dengan diwakafkannya tanah tersebut bisa menjadi amal jariyah bagi kedua orangtua saya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui Letjen TNI Besar Harto Karyawan merupakan tamatan Akademi Militer (Akmil) tahun 1986 dan kini menjabat sebagai Komandan Pussenif menggantikan Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso yang sekarang mengemban amanat sebagai Komandan Puspenerbad. (nst)

Next Post

Ikut MTQ, Pasutri Asal Sulawesi Naik Motor ke Sumbar

Jum Nov 13 , 2020
PADANG, KP – Salah satu peserta Musabaqah Tilawatil Nasional (MTQ) […]