Puluhan Masyarakat Sijunjungi Ikuti Gerakan Nasional Revolusi Mental

SIJUNJUNG, KP – Puluhan masyarakat Kabupaten Sijunjung mengikuti kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Emersia Hotel Batusangkar, Rabu (18/11).

Kepala Kantor Kesbanglinmas Sijunjung, David Rinaldo menyebutkan, kegiatan sehari penuh itu diikuti unsur OPD terkait, Tokoh Masyarakat, Budayawan, Pendidik dan juga melibatkan media serta unsur Forkopimda. Ketua DPRD Sijunjung Bambang Surya Irawan, Wakapolres Kompol Andi Sentosa, Letkol Inf Endik Hendrasandi dan dari Kejari Sijunjung juga hadir Kaban Lesbanglunmas Sumbar serta Asisten Deputi Evolusi Mental, Kemenko PMK, Redemtus Alfredo Sani Fenat.

David mengatakan, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan Pemerintah tersebut telah dilakukan berbagai provinsi di Indonesia melalui berbagai aksi. Sedangkan di Sijunjung sendiri, kegiatan tersebut diusulkan sejak tahun 2018.

Bupati Sijunjung, H. Yuswir Arifin menyebutkan, untuk tingkat kabupaten dan kota, Kabupaten Sijunjung pertama kali melaksanakan kegiatan GNRM yang telah memiliki gugus tugas. Disebutkannya, dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia berintegritas, mau bekerja keras dan punya semangat gotong royong. ”Revolusi mental adalah suatu gerakan menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala,” tuturnya.

Lanjutnya, itu adalah gagasan revolusi mental yang pertama kali dilontarkan Presiden Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956. Soekarno melihat, revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandek, padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya belum tercapai.

Di samping kata bupati, revolusi di zaman kemerdekaan adalah sebuah perjuangan fisik, perang melawan penjajah dan sekutunya untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kini, 70 tahun setelah bangsa kita merdeka, sesungguhnya perjuangan itu belum dan tak akan pernah berakhir. Kita semua masih harus melakukan revolusi, namun dalam arti yang berbeda. Bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa,” paparnya.

Membangun jiwa yang merdeka kata dia, yakni mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Kenapa membangun jiwa bangsa yang merdeka itu penting? Membangun jalan, irigasi, pelabuhan, bandara atau pembangkit energi juga penting. Namun seperti kata Bung Karno, membangun suatu negara tak hanya sekadar pembangunan fisik yang sifatnya material, namun sesungguhnya membangun jiwa bangsa. Ya, dengan kata lain, modal utama membangun suatu negara, adalah membangun jiwa bangsa,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, itulah ide dasar digaungkannya kembali gerakan revolusi mental oleh Presiden Joko Widodo. Di mana jiwa bangsa yang terpenting adalah jiwa merdeka, jiwa kebebasan untuk meraih kemajuan. Jiwa merdeka disebut Presiden Jokowi sebagai positivisme. (shd)

Next Post

SAAT GOWES KE FLY OVER KELOK 9, Mantan Sekdako Payakumbuh Mahmuda Rivai Wafat

Rab Nov 18 , 2020
PAYAKUMBUH, KP – Mantan Sekdako Payakumbuh H. Mahmuda Rivai (66 tahun), […]