Ranperda APBD 2021 Akan Diparipurnakan Dalam Waktu Dekat

PADANG,KP- Ketua DPRD Sumbar Supardi mengungkapkan, Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan BelanjaDaerah (APBD) 2021, akan paripurnakan dalam waktu dekat. Untuk saat ini, proses pembahasan telah mencapai 90 persen.

“Hingga hari ini (kemarin – red), Badan Anggaran DPRD Sumbar bersama, TAPD pemerintah provinsi, terus melakukan pendalaman komposisi APBD 2021. Dalam waktu dekat akan diparipurnakan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/11).

Dia mengatakan, beberapa hari terakhir pembahasan dilakukan hingga larut malam dan mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut dilakukan untuk melahirkan komposisi apbd yang mampu mengakomodir kebutuhan daerah. Dalam proses pembahasan banyak hal menjadi perhatian, termasuk pergeseran anggaran dalam mengoptimalkan program recovery ekonomi.

“Program recovery yang akan dimasukkan ke dalamAPBD 2021 harus dikajimendalam. Baik terhadap bentuk program, mekanisme pelaksanaan serta pertanggungjawabannya,” ujarnya.

Agar memiliki daya dorong yang kuat, program recovery harus memiliki sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota. Jangan berjalan sendiri – sendiri sehingga dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih.

Dia menyebutkan seluruh Anggota DPRD Sumbar tetap memprioritaskan pembahasan anggaran, meski dalam suasana pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan dalam hitungan minggu.

Sesuai kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2021, katanya, pendapatan daerah disepakati sekitar Rp6,474 triliun, sedangkan belanja daerah sekitar Rp6,674 triliun.

“Target pendapatan dan alokasi belanja daerah yang diusulkan di dalam APBD tersebut tentu masih terbuka untuk dikembangkan dalam pembahasan,” ujarnya.”Untuk tahun 2021 mendatang, diketahui bersama kita masih akan fokus kepada penanganan Covid-19,”imbuhnya.

Untuk kondisi tahun 2021, Supardi mengungkap kondisi ekonomi global dan nasional masih dalam ketidakpastian. Meski demikian, pemerintah tetap optimis dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional antara 4,5 sampai 5,5 persen.

Agar penanganan covid-19 tidak berlarut-larut, dia meminta semua pihak termasuk dari sisi masyarakat sendiri untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan.

Dari tahapan pembahasan mengenai pendapatan daerah yang dilakukan Banggar DPRD bersama TAPD, terdapat penambahan pendapatan yang bersumber dari PAD sebesar Rp120 miliar, pendapatan transfer Rp409,5 miliar lebih serta penerimaan pembiayaan sebesar Rp20 miliar. Tambahan tersebut disepakati untuk pemenuhan program dan kegiatan yang sejalan dengan arah kebijakan yang disepakati.

Dengan adanya penambahan pendapatan daerah tersebut, Supardi menyebutkan, postur anggaran yang ditampung dalam KUA PPAS tahun 2021 terdiri dari pendapatan daerah sekitar Rp6,474 triliun, serta belanja daerah sekitar Rp6,674 triliun.Kemudian, penerimaan pembiayaan sekitar Rp220 miliar serta pengeluaran pembiayaan sekitar Rp20 miliar.

Sementara, anggota Badan Anggaran DPRD Sumbar Afrizal mengatakan, pembahasan dilakukan hingga malam dan ditargetkan selesaiagar bisa diparipurnakan dalam waktu dekat. Dalam proses selanjutnya DPRD akan mengagendakan jadwal paripurnamelalui badan musyawarah.

“Secara keseluruhan muatan APBD 2021 telah mencapai 90 persen. Penanganan Covid-19, menjadi acuan pembahasan APBD 2021,” katanya. (fai)

Next Post

DISIARKAN TVRI PADANG, KPU Kabupaten Solok Akan Gelar Debat Paslon Awal Desember

Sel Nov 24 , 2020
SOLOK, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok menjadwalkan debat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Solok pada 1 Desember 2020 mendatang. Debat kandidat tersebut bakal ditayangkan TVRI Stasiun Padang. Ketua KPU Solok, Ir. Gadis kepada Koran Padang menyebutkan, pihaknya sudah melakukan persiapan debat kandidat Pilkada Solok untuk […]