RSUD BUKITTINGGI HAMPIR RAMPUNG, ‘Soft Opening’ Direncanakan Bertepatan dengan HJK Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi sudah hampir rampung. Diperkirakan selesai sesuai target kontrakpada 10 Desember 2020. Soft opening atau soft launching rumah sakit tersebut akan dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi pada 22 Desember 2020 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) BukittinggiYandra Ferry, kepada KORAN PADANG, Minggu (29/11), menjelaskanpembangunan RSUD Bukittinggi menelan dana sebesar Rp102 miliar lebih. Hingga pertengahan November progres pekerjaannya sudah mencapai 94 persen.

“Saat ini sedang dilakukan penambahan pekerjaan sehingga diberi penambahan waktu (adendum) kedua. Awalnya 18 Oktober ditarget selesainamun karena ada penambahan pekerjaan ini, diberikan perpanjangan waktu hingga 30 November 2020,” jelas Yandra Fery.

Sedangkan sisa tender sebesar Rp1, 4 miliar lebih akan dimanfaatkanuntuk pembangun rumah kubikal PLN, rumah pompa, penimbunan jalan dan kedudukan alat operasi. Disamping itu juga ada anggaran sebesar Rp200juta dalam APBD Perubahan Kota Bukittinggi untuk pembangunan ge dung penyimpanan limbah.

“Jadi, pelaksana pekerjaan diberi perpanjangan waktu sampai 10 Desember 2020. Penambahan waktu itu sesuai dengan aturan yang berlaku serta merupakan kajian dari Manajemen Konstruksi (MK), Rekanan dan Tim Teknis. Jika dilihat dari progres pekerjaan sekarang, kita optimis dapat selesai pada 10 Desember mendatang,” ulasnya.

Sedangkan Untuk peralatan medis, Yandra Ferry mengakuisemuanya sudah berada di RSUD yang berlantai enam dan memiliki kapasitas 100 tempat tidur itu. Pengadaan alat kesehatan itu menelan anggaranRp34 miliar yang berasal dari APBD murni Bukittinggi. Diantaranyaalat penunjang operasi, tempat tidur, rontgen, kursi gigi, dan alat kesehatan penunjang pada poli dan pelayanan lainnya.

“Semua peralatan dan tempat tidur sudah berada didalam ruangan RSUD atau ditempatnya masing-masing. Tinggal melakukan uji fungi masing-masing peralatan itu,” tuturnya.

Terkaitpetugas kesehatan untuk RSUD Bukittinggi, Yandra Ferri menyebut sudah disiapkan64 orang tenaga kesehatan yang direkrut dari berbagai puskesmas dan juga dari dinas kesehatan untuk ditempatkan di RSUD Bukittinggi. Mereka sudah selesai menjalankan pelatihan bersama RSAM.

“BKPSDM juga sedang melakukan rekruitmen 100 orang pegawai. Nantinya mereka juga akan diberi pelatihan bekerjasama dengan RSAM,” ucap Yandra Ferri.

Saat ini, lanjutnya, DKK Bukittinggitengah menjalin komunikasi secara paralel dengan Kementerian Kesehatan untuk proses administrasi operasional rumah sakit. Bahkan, dalam pembahasan anggaran Kota Bukittinggi tahun 2021juga sudah diajukan dana sebesar Rp18 miliar lebih untuk operasional RSUD. Sedangkan  pendapatan dari RSUD ini diestimasi sebesar Rp25 miliar.  

“InsyaAllah, kita optimisuntuk pengerjaan fisik bulan Desember semua selesai. Kapan akan diresmikan dan akan mulai dioperasionalkan itu tergantung pimpinan dalam hal iniWalikota Bukittinggi. Bisa saja ada soft lauching dulu tanda bangunan RSUD telah selesai dibangun. Namun semua kita serahkan sepenuhnya kepada pimpinan,” pungkas Yandra Ferri. (eds)

Next Post

APBD 2021 Sijunjung Ditetapkan, Pendapatan Daerah Ditargetkan Rp 982 Miliar Lebih

Ming Nov 29 , 2020
SIJUNJUNG, KP – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sijunjung mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD tahun anggaran 2021 menjadi Peraturan Derah (Perda), Jumat (26/11). Pengesahan itu ditandai dengan persetujuan fraksi dan anggota DPRD pada rapat Paripurna DPRD dalam penyampaian Pendapat akhir Fraksi terhadap Ranperda APBD Sijunjung tahun anggaran 2021. […]