Sampah Masih Jadi Problema

SEPINTAS, Kota Padang terlihat bersih. Memang demikian. Namun jika ‘disigi’ lebih mendalam ternyata masih banyak yang perlu dibenahiagar Padang makin ‘tacelak’, cantik, dan mempesona, khususnya bagi pendatang yang berkunjung ke kota tercinta ini.
Padang dengan gerak dinamis dan bisnis yang terpusat di sekitar Kecamatan Padang Barat rupanya memendam problema berkaitan dengan lingkungan hidup, lebih spesifik lagi berkaitan dengan problema persampahan.
Dalam rapat khusus membahas beragam problema berkaitan dengan persampahan yang berlangsung seharian Senin kemarin (23/11) di Kantor Camat Padang Barat, terungkap beragam problema. Diantaranyakontainer sampah yang tidak dikehendaki kalangan tertentuseperti di dekat Kantor PertaminaJalan Veteran, kontainer di Jalan Ujung Gurun yang hilang hilang timbul, hingga kontainer sampah di Kampung Pondok yang tidak mencukupi. Bahkan, problema yang juga cukup memusingkan adalah perangai pemulung yang mengobrak-abrik sampah dalam container. Terkadang pemulung nekat mengeluarkan sampah dari kontainer tersebut.
Tak hanya itu, sampah yang sudah diantarkan warga ke kontainer tak jarang terselip bangkai binatang yang menimbulkan aroma tak sedap.
Meski di Padang sudah terdapat sekitar 267 kontainer sampah, namun problema persampahan itu masih saja memunculkan persoalan yang perlu terus diatasi. Seperti di Kelurahan Pondok yang sudah sangat padat pemukimannya, sehingga untuk lokasi penempatan kontainer tambahan juga butuh lokasi yang tidak mengganggu kenyamanan warga.
Menurut Pak Datuk dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang bersama Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kantor Camat Padang Barat Noverman, sangat dibutuhkan peran banyak pihak untuk meningkatkan kebersihan kota, khususnya di wilayah Kecamatan Padang Barat agar lebih baik lagi. Bank Sampah perlu didorong keberadaannya di setiap kelurahan. Kalau perlu, tiap satu Rukun Warga (RW) punya Bank Sampah. Khusus untuk Kelurahan Flamboyan Baruyang segera membuat Bank Sampah adalah RW 4dan calon pengelolanya akan melakukan studi tiru ke Bank Sampah Pasir Putih Tabing.
Sampah di Padang Barat bukan hanya berupa beragam kotoran sisa-sisa limbah rumah tangga saja. Juga ada beragam rerumputan liar yang tumbuh dalam selokan. Misalnya di selokan Jalan Raden Saleh. Mulai dari depan Kantor Bappeda Sumbar sampai ke arah baratnya, Pasar Pagi juga sewaktu- waktu memusingkan. Sampai berbulan-bulan tak dikerukmenyebabkan lokasi tersebut kebanjiran. Kepada Dinas PU Kota Padang sangat diharapkan untuk berpartisipasi mengatasinya. Tentunya, partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan.
Kita sangat mengharapkan Kota Padang kembali dapat piala Adipura perlambang kota bersih. Namun untuk bisa kembali meraih piala bergengsi itu, fokus penilaian maksimal mencakup peran Lembaga Pengelola Sampah(LPS) dan Bank Sampah. Meski hanya fokus pada dua kategori penilaiannya, namun untuk meraihnya terbilang berat sejak dulunya. Yang perlu, mari kita terus berusaha menjadikan Padang jadi kota yang selalu bersih dalam arti yang sebenarnya. *

Next Post

Gelar Rapat Terbatas, Gakkumdu Bahas Pencegahan Politik Uang

Sen Nov 23 , 2020
SIJUNJUNG, KP – Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang tergabung dalam Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sijunjung, membahas pencegahan Money Politik di ajang pesta demokrasi pemilihan kepada daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang. Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat terbatas di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sijunjung. Rapat yang dipimpin Koordiv Pengawasan, […]