Sekolah Tatap Muka di Bukittinggi Dimulai Hari Ini

BUKITTINGGI, KP – Hari ini, Kamis (19/11), Pemko Bukittinggi mulai mengiizinkan pelaksanaan proses belajar tatap muka di sekolah tingkat SD-SMA. Kebijakan mengizinkan belajar tatap muka tersebut disepakati dalam Rapat Persiapan Sekolah Tatap Muka antara Pemko Bukittinggi, Forkopimda dan Kepala Sekolah SD-SMA se-Kota Bukittinggi yang dipimpin Sekretaris Daerah, Selasa (17/11) di Hall Balaikota Bukittinggi.

Sekretaris Daerah, H. Yuen Karnova mengatakan, sejak 15 November 2020 lalu, Bukittinggi telah berada di zona kuning terkait kasus Covid-19. Menurut regulasi yang ada, Pemko sudah diperbolehkan memberikan izin kepada sekolah setingkat SD hingga SMA untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun khusus tingkat TK dan PAUD, menunggu masa transisi dua bulan setelah dibukanya sekolah tingkat SD-SMA. 

Dikatakannya, walaupun sekolah kembali dibuka, namun antisipasi tetap harus dilakukan. Langkah antisipasi itu antara lain, siswa belum sekolah setiap hari, bisa tiga hari seminggu saja, di dalam ruang kelas, harus ada pembatasan dan penjagaan jarak serta anak tidak boleh satu meja dua orang. Kemudian protokol kesehatan harus tetap diterapkan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

Untuk sekolah kata dia, diharapkan menyiapkan peralatan protokol kesehatan, kantin sekolah belum boleh dibuka sementara siswa ke sekolah membawa bekal dari rumah. Orang tua diharapkan terus memantau dan mengawasi jam sekolah anak, jangan sampai anak malah keluyuran di luar jam sekolah.

Ditegaskannya, apa yang telah disepakati akan dipantau perkembangannya setiap hari dan setiap minggu. Karena ia tidak menginginkan, sekolah malah menjadi klaster baru penularan Covid-19. Setiap minggu akan dilakukan evaluasi dengan mengadakan rapat tindak lanjut. Terakhir ia mengharapkan, setiap unsur berkomitmen untuk menjaga kesehatan anak dan menjaga dari penularan Covid-19. (eds)

Next Post

Dikunjungi Nasrul Abit, Petani Pasaman Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Rab Nov 18 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Petani di Kecamatan Tigo Nagari Pasaman mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi. Keluhan tersebut disampaikan di hadapan Calon Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit. Salah seorang perwakilan kelompok tani Cipta Karya, Tarmi mengatakan, banyak kelompok tani mengalami kelangkaan pupuk. “Keluhan kami dari kelompok tani ini selalu soal pupuk langka. Kami […]