Seluruh Potensi Dikerahkan untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

PADANG, KP – Tantangan pembangunan kesehatan dan permasalahan pembangunan kesehatan makin bertambah berat, kompleks, dan bahkan terkadang tidak terduga. Seperti halnya pandemi covid-19 yang begitu cepat menyebar ke seluruh dunia, termasuk Sumbar. Oleh sebab itu pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiologi penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi dan demokratisasi dengan semangat kemitraan, kerjasama lintas sektoral serta mendorong peran serta aktif masyarakat agar kegiatan pembangunan berjalan sesuai permasalahan yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan telah mengidentifikasi sejumlah isu strategis di bidang kesehatan, di antaranya masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, masih tingginya prevalensi balita gizi kurang dan stunting, penyakit menular dan tidak menular, masih rendahnya akses sanitasi dasar, belum optimalnya pemenuhan sumber daya kesehatan, hingga masih rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Persoalan bidang kesehatan semakin bertambah dengan adanya pandemi covid-19 yang berimbas pada semua sektor, terutama disebabkan adanya refocussing anggaran untuk penanganan pandemi tersebut.

Menyikapi isu strategis bidang kesehatan itu, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan salah satu target pemerintah Sumbar dalam bidang pelayanan kesehatan adalah menurunkan angka kematian ibu/bayi melalui kerjasama lintas sektor. “Untuk itu perlu kerjasama yang sinergis antara Puskesmas, Posyandu, Dokter Spesialis Anak serta Dokter Ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Semuanya diharapkan berperan aktif dalam mendukung program pemerintah tersebut melalui pelayanan kesehatan yang betul-betul profesional,” kata gubernur.

Bahkan, gubernur telah mengisntruksikan agar Dinas Kesehatan menganggarkan program AKI dan AKB dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hal ini sesuai dengan misi pemerintahan Irwan Prayitno dalam RPJMN 2016-2021 yang ketiga yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, beriman, berkarakter dan berkualitas tinggi.

Di sisi lain, gubernur juga meminta para dokter untuk lebih memahami kebijakan dan program pemerintah dalam pembangunan kesehatan. Para dokter juga perlu lebih mengupayakan pendekatan promotif preventif terhadap penyelesaian masalah kesehatan di komunitas.

Terkait angka gizi pendek (stunting) di Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan penanganan kasus stunting menjadi perhatian serius dari Pemprov Sumbar. Namun, tetap diperlukan dukungan dari pusat untuk penguatan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta.

Dikatakannya, untuk mengatasi persoalan stunting, salah satunya dengan cara merevitalisasi posyandu, revitalisasi desa siaga, serta pembentukan pusat penanganan gizi buruk di tiap kabupaten kota. Hal itu menurut dia sebagai langkah konkret menurunkan prevalensi stunting di Sumbar. Selain itu, menurut Irwan perlu upaya lain seperti peningkatan cakupan air bersih dan sanitasi lingkungan. Upaya itu menurut dia sangat berpengaruh dalam menurunkan prevalensi stunting.

Dikatakannya, upaya menurunkan angka stunting sudah mulai membuahkan hasil. Berdasarkan data riskesdas, angka stunting sudah menurun. Hal itu dilihat dari tahun 2013 di mana Sumbar masih berada pada angka 39,2 dan pada 2019 sudah berada pada angka 30.

Secara umum, banyak program yang digagas Pemprov Sumbar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mulai dari meluncurkan nagari mandiri pangan dan gizi serta melaunching program Urang Minang Peduli Keluarga (Umi Peka). Dengan berbagai program yang telah digagas tersebut, diharapkan persoalan-persoalan kesehatan dapat diminimalisir.

Gubernur Irwan Prayitno menyebut pihaknya sudah menggerakan seluruh potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ditegaskannya, untuk mewujudkan nagari peduli pangan dan gizi tersebut, banyak organisasi perangkat daerah yang terlibat. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perikanan, Kehutanan, Pendidikan dan lainnya.

“Seluruh potensi kita kerahkan untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat. Pemprov juga telah mengikutkan masyarakat miskin Sumbar dalam Asuransi Tuah Sakato. Asuransi Tuah Sakato ini, kerjasama Pemprov dengan pemerintah kota dan kabupaten,” ujarnya sembari menyebutkan provinsi harus menjadi sentra informasi bagi masyarakat.

Ia juga meminta kota dan kabupaten melakukan evaluasi kesehatan setiap tahunnya. Sehingga dengan evaluasi tersebut, derajat kesehatan masyarakat meningkat, tingkat kematian bayi dan ibu hamil dan melahirkan menurun. Tak hanya itu, pemerintah kota dan kabupaten juga dituntut menyiapkan rumah sakit daerah masing-masing dengan peralatan medis yang memadai, sehingga pasien yang gawat tak perlu harus dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang. Sebab saat ini, RSUP M. Djamil Padang juga kewalahan menerima rujukan pasien dari berbagai daerah.

Semua upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang dilakukan Pemprov Sumbar sejalan dengan program Nawacita ke-5 bidang kesehatan, di mana pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) yang pelaksanaannya mengacu pada Permenkes Nomor 39 tahun 2016. PIS PK sebuah kebijakan yang ditetapkan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Sehat melalui peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dengan melakukan kunjungan rumah dan melakukan intervensi sesuai dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi keluarga dan masyarakat.

Terdapat 12 indikator sebagai kategori derajat kesehatan masyarakat melalui PIS PK, yaitu Keluarga mengikuti program KB, ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, bayi mendapat ASI ekslusif, bayi mendapat imunisasi, balita mendapat pemantauan pertumbuhan, penderita TB Paru mendapat pengobatan sesuai standar dan penderita hipertensi mendapatkan pengobatan sesuai prosedur, penderita gangguan jiwa mendapat pengobatan dan tidak ditelantarkan, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional, dan keluarga mempunyai akses air bersih dan sanitasi serta menggunakan jamban sehat.

Berbagai program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan sebagai stakeholder utama, khususnya pada periode kepemimpinan Irwan Prayitno-Nasrul Abit menekankan pada pencapaian Sasaran Prioritas Nasional, Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

PENANGAN PANDEMI COVID-19: TINGKAT KEMATIAN DIMINIMALKAN, KESEMBUHAN DIMAKSIMALKAN

Seperti diketahui, Sumbar hingga saat ini masih berjibaku dalam menghadapi pandemi covid-19. Dikatakan Gubernur Irwan Prayitno, perlu koordinasi yang baik agar penanganan bisa maksimal. Dengan adanya testing, tracking, isolation dan treatment, bisa membantu memetakan bagaimana pengaturan yang optimal agar semua pasien bisa tertangani. Hal ini terkait dengan peran rumah sakit yang ada dan upaya untuk menangani pasien dengan segera. Sehingga tingkat kematian bisa diminimalkan dan tingkat kesembuhan bisa dimaksimalkan.

Tingkat kematian akibat covid di Sumbar saat ini di bawah rata-rata nasional dan tingkat kesembuhan di atas rata-rata nasiona. Jika koordinasi bisa dilakukan dengan baik, maka tingkat kematian bisa diminimalkan, dan tingkat kesembuhan bisa dimaksimalkan. Salah satu hal penting untuk menyukseskan hal ini adalah memaksimalkan koordinasi antar dinas kesehatan dengan rumah sakit, dan koordinasi rumah sakit dengan rumah sakit.

Dengan adanya aplikasi yang memanfaatkan teknologi informasi, dinas kesehatan bisa mengetahui jumlah ketersediaan tempat tidur seluruh rumah sakit secara real time dan juga kapasitas seluruh rumah sakit rujukan. Sehingga membantu untuk menangani pasien yang dirujuk. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi penolakan pasien covid oleh rumah sakit. Selain itu pasien covid juga tidak mesti harus dirawat di rumah sakit. Bisa diisolasi di tempat yang sudah disediakan jika dianggap tidak perlu dirawat.

“Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan koordinasi, maka insya Allah pasien covid bisa lebih cepat tertangani. Dan tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab, terutama ketika menghadapi pasien covid yang masuk kategori berat. Dengan demikian, kita sudah berupaya maksimal untuk mencegah kematian, tanpa bermaksud mendahului ketetapan Tuhan. Sekaligus mengupayakan naiknya tingkat kesembuhan,” kata Irwan Prayitno.

Untuk mencegah penyebaran covid-19, Sumbar juga telah memberlakukan perda Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Melalui perda itu diharapkan masyarakat semakin patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga penyebaran covid-19 dapat ditekan.

Dalam penanganan covid, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja Gubernur Sumbar. Menanggapi apresiasi presiden tersebut, Gubernur Irwan Prayitno mengucapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih dalam penanganan covid-19 ini.

“Alhamdullilah, Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi Sumbar, sebagai salah satu daerah dari lima provinsi yang berhasil cepat kendalikan penanganan Covid-19,” ujar Irwan Prayitno, kala itu.

Gubernur juga sangat mengapresasi dan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga kesehatan di Sumbar yang selama ini telah berjuang menangani pasien covid dan juga non covid secara maksimal.

“Semoga upaya kami ini bersama seluruh dinas kesehatan dan rumah sakit di Sumbar serta pihak-pihak terkait mendapatkan dukungan dari segenap lapisan masyarakat. Sehingga terjadinya pertambahan orang yang positif covid tetap bisa ditangani dengan koordinasi yang baik dan memanfaatkan teknologi informasi. Insya Allah, jika kita mau berubah untuk semakin lebih baik dalam menangani pasien covid, Allah Swt akan memberikan pertolongannya kepada kita,” pungkas Irwan Prayitno. (adv)

Next Post

Polsek Kinali Ringkus Pelaku Pencurian

Ming Nov 8 , 2020
SIMPANG EMPAT, KP – Jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Kinali mengamankan satu orang tersangka pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Dusun V, Jorong Koja, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat malam (6/11). Kapolsek KinaliIptu Rifki Yudha Ersanda kepada KORAN PADANG, Sabtu (7/11), mengatakan penangkapan tersebut […]