SUHU POLITIK MAKIN PANAS JELANG PILKADA, Pjs Walikota Solok Tegaskan ASN yang Tidak Netral Akan Ditindak Tegas

SOLOK, KP – Hari pencoblosan dalam pemilihan Walikota, Bupati dan Gubernur semakin dekat, suhu politik semakin panas, seluruh masyarakat ikut terlibat meramaikan dan mengawasi perkembangan politik yang ada. Oleh sebab itu ASN harus bersikap netral dan tidak terlibat politik praktis.


Pjs Walikota Solok, Asben Hendri menegaskan, ASN yang tidak netral akan ditindak tegas. Dijelaskan Asben, dirinya ikut bertanggung jawab dalam mensukseskan kelancaran pemilihan serta memperkuat penanganan Pandemi Covid di Kota Solok. “Tentu akan ditindak tegas jika sampai ada yang tidak netral di pemerintahan. Tugas saya yang paling penting saat ini menjadi Pjs adalah memastikan situasi di Kota Solok aman selama Pilkada. Dan yang paling penting adalah penanganan protokol kesehatan selama Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dia mengimbau seluruh ASN di Pemerintah Kota Solok agar menjaga netralitas selama proses pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah pada Desember mendatang. Jika ketahuan tidak netral akan diberikan peringatan berupa teguran, sanksi sesuai peraturan dan ketentuan berlaku.

Ia mengigatkan ASN untuk bekerja profesional dan memahami rambu-rambu bagi para ASN untuk netral, peran pengawasan untuk mengawasi para PNS pun harus kuat. ASN harus jaga netralitas, jangan sampai terkena dampak politik praktis, terlibat dengan kepentingan. Karena hal tersebut dapat menggangu jalannya fungsi kinerja serta profesionalisme.

Ia sangat berharap ASN dalam menghadapi Pemilihan Walikota, Bupati dan Gubernur, sejak awal harus berada di posisi yang tidak berpihak dalam menggunakan atribut ASNnya, apalagi sampai melibatkan diri. Karena ASN dapat diancam dengan sanksi tegas, seperti penundaan, pemecatan, sebagaimana diatur dalam undang-undang kepegawaian. Apapun situasinya ASN tidak boleh ikut mengkampanyekan, mengarahkan warga dalam pemilihan.

Seorang ASN kata dia, harus menunjukkan sikap dedikasi menjadi tauladan masyarakat. Netralitas tersebut harus dijaga, bukan dalam artian sempit. Dalam Pemilhan ASN juga bisa berperan aktif mensukseskan jalannya Pemilu, seperti menyadarkan masyarakat untuk tidak Golput dan memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemilihan, agar berjalan aman dan lancar. Yang penting tidak ikut dalam kepentingan politik, terlibat, apalagi menjadi pion. Karena itu akan merusak sterilitas jiwa pengabdian negara ASN hanya untuk kepentingan segelintir kelompok, terpengaruh dan sebagainya.

“ASN tidak boleh terbawa arus politik, harus bersikap dewasa dan menyadari siapa dirinya, yaitu abdi negara, menciptakan tatanan pemerintahan yang ideal, profesional dan bermartabat. Tidak boleh bersikap kekanak- kanakan terlibat politik ini dan itu untuk kepentingan kelompok tertentu. Itu bukan kepentingan negara, jika tidak netral dapat merusak kepercayaan masyarakat terharap pemerintah daerah, karena masyarakat ikut mengawasi,” tutupnya. (van)

Next Post

Kemenag Kota Solok Kunjungi Kemenag Kota Bukittinggi

Ming Nov 8 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Sebagai pilot project dalam pelaksanaan Zona Integritas […]