Sumbar Sejahtera

SEJAK Indonesia merdeka, beragam pembangunan terus berlangsung. Termasuk di Sumatra Barat. Nikmat pembangunan itu secara bertahap sudah sama-sama dirasakan. Meski harus diakui, belum semua harapan masyarakat terpenuhi.

Beragam usaha sebenarnya sudah dilakukan pemerintah bersama cendekiawan daerah ini dalam melakukan beragam terobosan untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Misalnya mengembangkan unit bisnis yang dikelola perusahaan daerah (perusda). Sayangnya, boleh disebut perusahaan yang dikelola pemprovrata-rata masih memprihatinkan, kecuali Bank Nagari.

Tak hanya milik pemda, perusahaan besar swasta juga banyak yang gulung tikar. Seperti usaha pekayuan Rimba Sunkyong di Bungus, Sumatex Subur di Bandar Buat, Poliguna Nusantara di Tabing, Asia Biscuit di Tabing, perusahaan kaca di Kasang, dan perusahaan farmasi di perbatasan Solok-Padang. Terlalu banyak kalau disebutkan semuanya.

Di saat perusahaan besar bertumbangan tergilas zaman, namun perusahaan kecil dan menengah yang tergolong sedang-sedang saja terus bertahan dan memperlihatkan ketangguhannya. Sebagai contoh, industri pakaian jadi dengan beragam modelnya yang bermunculan di Bukittinggi. Dari Bukittinggi beragam industri pakaian itu ‘terbang’ ke berbagai pasar dunia, seperti Singapura, Malaysia, dan negara lainnya.

Jika dicermati, suatu keajaiban sebenarnya sudah lama terjadi di daerah ini. Program ekonomi kerakyatan ternyata berkembang dengan kiprahnya yang membanggakan di saat beragam usaha raksasa terbukti tak mampu bertahan lama. Usaha ekonomi kerakyatan tersebut tentu tak berjalan dengan sendirinya. Ada yang membina mereka yakni instansi terkait di jajaran pemerintahan daerah.

Siapapun gubernur yang pernah menjabat di Sumbar, pasti melaksanakan beragam pembangunan berkelanjutan. Beragam proyek fisik tersebar di Sumbar.Terlalu banyak jika disebutkan satu-persatu. Hanya mereka yang tertutup matanya yang tak bisa melihat beragam pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini.

Namun demikian, memang masih banyak yang perlu dibangun. Sumbar belummaksimal dalam memanfaatkan sumber daya alamnya. Lautnya luas, ikannya beragam. Namun pabrik pengalengan ikan moderen belum ada di daerah ini.

Bagaimanapun juga, siapa yang dipilih oleh rakyat nanti sebagai Gubernur Sumbar mendatang harus memperlihatkan kerja lebih kreatif lagi. Masih banyak yang perlu diolah secara maksimal. Beragam gunung, danau, dan hamparan rerumputan masih belum dijamah dengan sistem modern.

Semoga nikmat pembangunan yang sudah kita rasakan saat ini dapat semakin meningkat ke depannya. Bersama kita mampu menciptakan masa depan Sumbar yang sejahtera, Insya Allah. *

Next Post

Kena Gendam, Emas 20 Gram Amblas

Sen Nov 9 , 2020
PADANG, KP – Aksi hipnotis dengan modus berpura-pura jadi tim Satgas Covid-19 terjadi di Kompleks Pilano RT 02/RW 18, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Seorang perempuan berinisial HW(50 tahun) menjadi korban aksi gendam tersebut dan kehilangan perhiasan gelang emas seberat 50 gram. Peristiwa hipnotis ini terjadi Senin […]