Tagana Masuk Sekolah Hadir di SDN 07 Belakang Balok Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Dinas Sosial Provinsi Sumatra barat bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Bukittinggi menghadirkan “TAGANA Masuk Sekolah (TMS)” di SDN 07 Belakang Balok, Selasa (17/11). Apa sih itu TAGANA ? Kalimat tersebut menjadi pembuka acara TAGANA masuk sekolah. Pertanyaan itu dilontarkan anggota TAGANA Provinsi Sumbar Iskandar, untuk memancing rasa ingin tahu dan antusiasme siswa terhadap acara tersebut.

Dijelaskan Iskandar, TAGANA merupakan singkatan dari Taruna Siaga Bencana. Mereka merupakan tim yang bertugas melaksanakan penanggulangan bencana, baik pada pra bencana, saat tanggap darurat, maupun pasca bencana, serta tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya terkait penanggulangan bencana.

Di samping itu, kedatangan tim TAGANA Sumbar ke SDN 07 Belakang Balok yang didampingi Dinas Sosuial Kota Bukittinggi, disambut penuh semangat oleh semua warga sekolah. Pelaksanaan kegiatan TMS di SDN 07 Belakang Balok tetap memperhatikan protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19, seperti melaksanakan kegiatan 3 M.

Di mana, anak-anak diharuskan mencuci tangan sebelum memasuki halaman sekolah, memakai masker dan menjaga jarak selama mengikuti TMS. Sementara itu SDN 07 Belakang Balok merupakan salah satu sekolah di Kota Bukittinggi yang mendapatkan materi tanggap darurat terhadap bencana yang dilaksanakan TAGANA Sumbar.

Sedangkan materi yang disampaikan tim TAGANA dalam acara TMS tersebut, sangat menarik bagi siswa dan para majelis guru. Hal itu tentu tidak lepas dari kepiawaian narasumber TAGANA yang digawangi Jeli dalam menyampaikan materi kepada seluruh warga sekolah. Materi yang disampaikan pada TMS kali ini adalah cara menghadapi gempa. Anak-anak diajarkan bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika bencana gempa terjadi. Serta beberapa hal yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.

“Di antaranya, saat gempa terjadi kita tidak boleh panik. Lindungi kepala dengan benda di sekitar kita, seperti tas, buku dan lainnya. Bersembumyi di tempat yang bisa melindungi kita dari reruntuhan, misalnya di bawah meja. Menjauhi tempat yang memiliki kaca. Jika kondisi sudah aman dan memungkinkan, kita dapat segera lari ke lapangan atau tempat terbuka,” paparnya.

Sementara itu Kepala SDN 07 Belakang Balok, Efni Efriyanti menyebutkan, TMS yang dilaksanakan Tim TAGANA Provinsi Sumbar sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan wawasan seluruh warga sekolah, terutama dalam melindungi diri ketika gempa terjadi. Mengingat, Sumatra Barat merupakan salah satu daerah yang berada di titik rawan gempa bumi.

“Semoga kegiatan TMS ini dapat terus dilaksanakan dengan materi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa. Sehingga kita dapat melahirkan generasi yang siap dan tanggap dalam menghadapi bencana yang akan terjadi,” harapnya. (eds)

Next Post

Peringati Hari Guru dan HUT PGRI Ke-75, PGRI Bukittinggi Laksanakan Diskusi Ilmiah

Jum Nov 20 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bukittinggi […]