Tak Kunjung Jera, Kedai Miras Milik RS Kembali Terjaring

PAYAKUMBUH, KP-Entah untuk yang keberapa kalinya, rumah sekaligus kedai milik RS kembali didatangi oleh Tim Gabungan Penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh yang dipimpin langsung Ketua Harian Tim 7, Devitra didampingi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Robby Prasetya.

Bukan karena tidak menggunakan masker ataupun karena tidak mematuhi Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19.

Wanita yang sudah berusia lanjut itu didatangi petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, POM TNI, Kejaksaan serta SatpolPP karena masih nekad menjual Minuman Keras (Miras) berbagai merek tanpa izin.

Tak tanggung-tanggung di warung yang berada di Jalan Tan Malaka Payakumbuh-Suliki itu berhasil diamankan ratusan botol miras berbagai merek dan ukuran, Rabu (4/11) sekitar pukul 23.00 Wib.

Miras tersebut diamankan petugas gabungan diberbagai tempat di dalam rumah kedai milik RS, termasuk dari dalam sebuah mobil yang terparkir didepan rumah.

Diduga ratusan botol miras yang dalam mobil itu baru sampai dan belum sempat dibongkar untuk diperjualbelikan.

Menurut Ketua Tim 7, Devitra, RS bukanlah “pemain” baru dalam bisnis minuman memabukkan itu, telah berulang kali dijaring, bahkan juga telah penah diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Ringan (Tipiring), namun sayang wanita berusia lanjut itu tak kunjung jera.

“Iya, malam ini kita bersama Tim 7 berhasil mengamankan/menjaring ratusan botol miras berbagai merek disebuah kedai milik RS di Kelurahan Parik Muko Aia Kecamatan Lampasi Tigo Nagari. Ratusan miras berbagai merek tersebut kita amankan didalam rumah yang juga warung serta dari dalam mobil yang diparkir didepan rumah,” Sebut Devitra diamini Kasi Intel Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Robby Prasetya.

Devitra yang juga KasatpolPP dan Damkar Kota Payakumbuh itu juga menyebutkan, kedai RS sebelumnya juga pernah didatangi petugas saat melakukan razia penyakit masyarakat, di kedai tersebut juga kerap ditemukan miras berbagai jenis dan ukuran, bahkan pernah beberapa kali diajukan ke pengadilan.

“Sudahsering kita razia, bahkan juga pernah kita ajukan ke Pengadilan Negeri untuk menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” tambahnya.

Sebelum mendatangi kedai RS, Tim gabungan yang juga terdiri dari Personil Batalion 131 Braja Saktidan Intel Kodim 0306/50 Kota itu juga berhasil menjaring seorang pria yang diduga sebagai petugas parkir didepan sebuah Rumah Sakit Swasta di depan Kantor Balaikota Payakumbuh. Dari pria tersebut diamankan puluhan paket obat-obatan jenis pil eximer yang diduga dijual secara bebas dan disalahgunakan. (dho)

Next Post

Tanahdatar Terima Aset Senilai Rp11,5 Miliar

Kam Nov 5 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menerima penyerahan aset dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sumbar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Serah terima aset berupa aset berwujud dan tidak berwujud tersebut diterima langsung Pjs Bupati dari Kepala BP2W Sumbar, diruangan Bupati Tanahdatar, Kamis (5/11). Aset tersebut berupa wujud […]