Tanahdatar Masih Defisit Bawang Merah 7.400 Ton Pertahun

BATUSANGKAR, KP – Kebutuhan masyarakat terhadap komoditi bawang merah sangat tinggi, namun luas penanaman yang masih tergolong rendah, menjadikan pengembangan bawang merah bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani.

“Luas pertanaman bawang merah masih rendah sekitar 300 Ha, produktivitas rata-rata 7 ton/ha dengan total produksi per tahun baru mencapai 2.100 ton. Sementara kebutuhan bawang merah di Tanahdatar mencapai 9.500 ton per tahun, sehingga masih defisit sekitar 7.400 ton per tahun,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanahdatar, Yulfiardi dalam acara panen bawang merah di Kelompok Tani (Keltan) Bujang Juaro Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto, kemarin.

Dinas Pertanian Tanahdatar, tambah Yulfiardi, dalam tahun 2020 ini telah melaksanakan berbagai kegiatan motivasi kepada beberapa Keltan, sehingga mereka tergerak untuk membudidayakan bawang merah sebagai komoditi yang dikembangkan.

“Kita telah melaksanakan pembinaan di Nagari Sungai Jambu Kecamatan Lima Kaum dan di Kecamatan Batipuh untuk membudidayakan bawang merah dan Alhamdulillah saat ini sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Tanahdatar Sri Mulyani, tahun 2020 kegiatan pengembangan bawang merah di Tanahdatar dari dana APBN ada 20 Ha.

“Kegiatan pengembangan bawang merah ini seluruhnya sudah terealisasi 100 persen, bahkan karena produksi sangat baik beberapa kelompok tani yang sudah panen kembali melanjutkan dengan penanaman kedua dengan bibit dari hasil produksinya,” ujar Sri.

Sri menambahkan, dalam pengembangan bawang merah kelompok tani memakai varietas nasional yang sudah ada dan di Nagari Sungai Jambu juga sedang pengembangan varietas asli yang diberi nama Sumbu Marapi.

“Kelompok Tani Bujang Juaro ini memakai varietas SS Sakato, di mana produktivitas dalam keadaan basah 20 ton/ha atau jika dikonversi ke berat kering sekitar 15 ton/ha,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Syafrizal di kesempatan itu turut mendorong budidaya bawang merah untuk pemulihan ekonomi.

“Bawang merah sangat strategis untuk pemulihan ekonomi karena umurnya singkat sekitar 70 hari dan nilai ekonominya tinggi. Tahun 2021 akan dialokasikan 50 Ha pengembangan bawang merah di Tanahdatar dari dana APBN, semoga tdk terkena refocusing,” sampainya singkat

Anggota DPRD Tanahdatar, Dedi Irawan dan Nova Hendria yang juga hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, selaku perwakilan masyarakat sangat mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan penanaman bawang merah.

“Kami siap mendukung untuk pelaksanaan pengembangan bawang merah dan pengembangan pertanian lainnya yang memang bertujuan demi kesejahteraan petani kita,” katanya.

Selepas itu Camat X Koto Khairunnas. Y mengungkapkan, hampir 90 persen mata pencaharian masyarakat X Koto adalah petani.

“Sebagai mayoritas mata pencaharian, tentu hendaknya petani terus berupaya dan berinovasi untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas dan ramah lingkungan agar dapat menjangkau pasar ekspor, sehingga nantinya juga akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian petani itu sendiri,”tambahnya. (nas)

Next Post

DIPANGGIL ‘AYAH’, Wawako Erwin Yunaz Tertegun, Tapi tak Menyalahi Si Anak

Kam Nov 19 , 2020
PAYAKUMBUH, KP – Sikap kebapakan begitu kental dalam diri Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz. Betapa tidak, saat dia menyusuri jalanan indah yang dibuat melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) untuk Payakumbuh di Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Rabu (18/11). Orang nomor dua di Payakumbuh itu, tiba-tiba langkahnya tertegun tatkala seorang anak berkebutuhan […]