Tarik Paksa Kendaraan Bisa Dijerat Pidana

PADANG, KP – Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mengimbau kepada pihak leasingagar dimasa pandemi covid-19 ini untuk sementara tidak menggunakan jasa Debt Collector (DC) dalam melakukan penagihan paksa tunggakan tagihan atau penarikan paksa kendaraan kepada nasabah.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, mengatakan perbuatan itu sangat meresahkan masyarakat, apalagi jika dilakukan dengan cara-cara kekerasan sehingga menimbulkan adanya tindak pidana. Menurutnya, dalam melakukan penarikan kendaraan yang terjadi akibat adanya tunggakan, pihak leasing harus melaksanakannya sesuai peraturan yang berlaku. Aturan yang dimaksud yaitu UU Fidusia dan juga Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019.

“Apabila debt collector melakukan penarikan kendaraan yang bahkan dilakukan secara paksa, maka bisa dikenakan pidana. Mereka bisa dijerat pasal 368 ayat 1 KUHP tentang perampasanatau pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, serta pasal 378 KUHP tentang penipuan,” tegas Satake.

Sebelumnya diberitakan gerombolan orang tidak dikenal menghadang mobil yang dikendarai seorang pria bersama istrinya di kawasan Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Selasa lalu (10/11). Pemilik mobil Daihatsu Xenia BG 1477 PU yang diketahui bernama Afdhal Azmi Jambak hampir dua jam ‘disandera’ oleh gerombolan tersebut yang diduga merupakan debt collector salah satu perusahaan leasing. Kawanan itu mencoba mengambil paksa kunci mobil namun korban dengan sigap menghalangi. Namun akibatnya kuku jempol tangan korban patah dan berdarah. ‘Penyanderaan’ itu berakhir setelah korban mengajak untuk bertemu di kantor PWI Sumbar dan dalam perjalanan kawanan debt collector itu menghilang. (tns)

Next Post

KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2022 BRASIL VS VENZUELA, Mutlak Tiga Poin

Kam Nov 12 , 2020
SAO PAULO, KP – Brasil akan menghadapi tim ‘kuda hitam’ […]