Tekan Angka Perceraian, Kemenag Bukittinggi Susun Program “Pusaka Sakinah”

BUKITTINGGI, KP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi melalui Seksi Bimas Islam mulai menyusun program Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah). Program yang dilahirkan itu menjadi salah satu upaya Kemenag menekan angka perceraian dengan program bimbingan masa nikah, konsultasi keluarga dan pendampingan keluarga.

Kasi Bimas Islam, H. Zulfakhri kepada Media, Senin (9/11) mengatakan, untuk menyusun program Pusaka Sakinah, telah dilakukan penyamaan persepsi di lingkungan Kantor Urusan Agama Kecamatan se-Kota Bukittinggi. Program Pusaka Sakinah tersebut mentransformasikan kegiatan formalistik KUA yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, mendampingi, memberikan bimbingan, advokasi, mediasi dan konsultasi.

Dikatakannya, dalam memberikan advokasi, bimbingan dan penjelasan kepada masyarakat terkait keluarga sakinah, diharapkan sinergitas antara penyuluh agama dan penghulu sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Pusat layanan keluarga sakinah ini memiliki empat program utama, yakni administrasi manajemen KUA (Aman), belajar rahasia nikah (Berkah), konseling mediasi, pendampingan dan advokasi (Kompak) dan layanan bersama ketahanan keluarga Republik Indonesia (Lestari). Kita akan memfokuskan satu program dari empat program unggulan tersebut,” terangnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Bukittinggi, H. Kasmir didampingi Kasubag Tata Usaha H. Zulfikar menyebutkan, untuk mewujudkan keluarga sakinah tentu menjadi cita-cita para muslim dan muslimah yang menikah. Dalam hal ini tentunya membutuhkan bantuan dan kontribusi banyak pihak. “Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam, melahirkan program yang dinamakan Pusat Layanan Keluarga Sakinah,” tuturnya.

Tujuan dari pembentukan pusat layanan tersebut kata dia, untuk menjadikan kehidupan keluarga lebih baik. Di mana Pusat Layanan Keluarga Sakinah akan menjadi bagian dari layanan pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan. Diharapkan, Pusat Layanan Keluarga Sakinah tersebut dapat menjadi salah satu cara menekan angka perceraian dengan program bimbingan masa nikah, konsultasi keluarga dan pendampingan keluarga. Kemudian program tersebut juga dapat memfasilitasi keluarga saat terjadi masalah.

“Pelaksanaan program Pusat Layanan Keluarga Sakinah mengacu pada Keputusan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Nomor : 783 tahun 2019, tentang Petunjuk Teknis Pusat Layanan Keluarga Sakinah yang dikeluarkan pada 03 September 2019,” tukasnya. (eds)

Next Post

KPU Kabupaten Solok Cetak 273.800 Lembar Surat Suara di Gresik

Jum Nov 13 , 2020
SOLOK, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok sudah melakukan cetak surat suara untuk Pilkada Kabupaten Solok di Gresik, Jawa Timur. Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis kepada Koran Padang melalui jaringan teleponnya langsung dari Gresik, Jumat (13/11) menyebutkan, KPU Kabupaten Solok sudah sepakat bersama Bawaslu dan LO masing-masing […]