‘TUKAR’ SEPEDA DENGAN MOTOR, Pelaku Ditangkap, Penadah Masih Diburu

PADANG, KP – Satuan Reskrim Polresta Padang meringkus seorang pria pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Simpang Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (17/11) dinihari, sekira pukul 00.03 WIB. Pelaku berinisial DPT (35 tahun), warga Surau Balai, Kelurahan Surau Balai, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“Dia diduga telah melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda duapada Minggu (8/11),” ujar Kasat Reskrim Polresta PadangKompol Rico Fernanda, Selasa (17/11).

Ia menjelaskan penangkapan pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/613/B/XI/2020/RESTA SPKT UNIT II, tanggal 16 November 2020 dengan pelapor ENN, 35 tahun.Dalam laporan itu, korban mengaku telah kehilangan satu unit sepeda motor yang terparkir di teras rumahnya di Jalan Bypass RT 003/RW 003, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah.

Kejadian itu, kata Rico, terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, pelaku menggunakan sepeda di sekitar kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang untuk mencari target curian.

“Awalnya dia berkeliling menggunakan sepeda miliknya dan melihat ada sepeda motor terparkir di lokasi pesta pernikahan tersebut,” lanjutnya.

Melihat sepeda motor terparkir itu, ia menyembunyikan sepedanya di semak-semak dan mengeluarkan kunci T yang digunakan untuk membobol stang sepeda motor korban.

“Setelah itu, korban mengantarkan sepeda motor yang telah ia curi itu ke rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP),” lanjutnya.

Setelah itu, korban kembali ke TKP untuk mengambil kembali sepedanya yang ia sembunyikan di semak-semak di dekat lokasi kejadian. Kemudian korban kembali ke rumah orangtuanya untuk mengambil sepeda motor Yamaha Mio hasil curian itu dan menjualnya kepada seseorang yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Dari pengakuan pelaku, sepeda motor hanya dijual seharga Rp700 ribu.

“Kami masih mencari keberadaan pelaku penadahan hasil curian pelaku ini, termasuk barang bukti sepeda motor. Sementara pelaku telah mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tuturnya.

Menurutnya, tersangka akan diancam dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (pkt)

Next Post

Tim Penilai Kompetensi dan Transparansi Dana Desa Tingkat Sumbar Kunjungi Kabupaten Solok

Rab Nov 18 , 2020
SOLOK, KP – Tim Penilai Kompetensi dan Transparansi Dana Desa […]